BUBARKAN JAMAAH MASJID, POLISI PENJAJAH ISRAEL TENDANG AL-QURAN

Al-Quds (Yerusalem), 22 Rabiul Akhir 1434/4 Maret 2013 (MINA) – Seorang polisi penjajah Israel menyerang sejumlah rombongan pelajar perempuan Palestina di dalam lingkungan Masjid Al-Aqsa, kota Al-Quds (Yerusalem), Palestina setelah menodai mushaf Al-Quran dengan menendangnya hingga jatuh ke tanah, Ahad (3/3).

Menurut seorang saksi mata yang menjadi korban penyerangan, penodaan Al-Quran dilakukan penjajah Israel dalam upaya untuk mengakhiri acara kajian Al-Quran bersama yang diselenggarakan jamaah Masjid Al-Aqsa, termasuk dari para pelajar perempuan dan laki-laki.

“Kami berkumpul setiap pekan di lingkungan masjid Al-Aqsa untuk melakukan kajian dan membaca Al-Quran bersama di ruangan terbuka. Dimana lokasi tersebut berada di dekat gerbang Al-Magharibah – daerah yang paling dekat dengan pemukim ilegal Yahudi dan yang paling sering digunakan oleh pemerintah penjajah Israel untuk memimpin tur pemukim ilegal dan kelompok ekstrim yahudi. Saat itu, seorang perwira polisi penjajah Israel datang dan meminta para jamaah masjid untuk menjauh dari daerah tersebut,” kata salah seorang perempuan korban penyerangan seperti dilansir WAFA yang dipantau MINA.

Wanita yang tidak mau disebutkan identitasnya itu menambahkan, para jamaah masjid telah berpindah menjauhi pintu gerbang, tetapi pada saat jamaah itu mulai membaca Al-Quran dengan suara keras, petugas menyerang setelah menendang sebuah mushaf Al-Qur’an ke tanah.

Sementara itu, Sumber-sumber lokal mengatakan, bentrokan terjadi antara polisi penjajah Israel dan pelajar Palestina yang sedang melakukan aksi protes  atas penyerbuan pemukim ilegal  Yahudi ke kiblat pertama umat Islam itu.

Kutuk Penyerangan Penjajah Israel terhadap Pelajar Perempuan dan Al-Qur’an

Liga Arab mengutuk keras insiden penendangan Al-Quran dan penyerangan muslimah yang berada di pelataran Masjid Al-Aqsha oleh seorang perwira penjajah Israel itu.

Asisten Sekretaris Jenderal Liga Arab, Mohamed Sobeih mengatakan, apa yang terjadi tidak diarahkan kepada warga Al-Quds atau rakyat Palestina saja, namun sebuah pesan bagi negeri-negeri Islam juga, menekankan ada kebutuhan bagi negeri-negeri Islam untuk bersatu dan memberikan sikap tegas terhadap penyerang dan situasi yang terjadi di Al-Quds.

Selain itu, Syaikh Ikrimah Shabri, ketua badan tinggi Islam dan khotib Masjid Al-Aqsha menganggap tindakan polisi penjajah Israel yang menedang mushaf Al-Qur’an sebagai kejahatan terkutuk.

Dalam pernyataanya seperti dikutip pusat Informasi Palestina, Shabri mengatakan, tindakan tersebut tidak aneh bagi penjajah Israel. Sebelumnya Al-Qur’an juga pernah ditendang di areal Al-Buraq hingga menimbulkan revolusi Al-Buraq setelahnya.

Syaikh Shabri juga mengecam pengusiran yang dilakukan polisi penjajah Israel terhadap sejumlah pelajar Palestina yang sedang berada di lingkungan Masjid Al-Aqsha.

“Dengan sewenang-wenang. Tindakan ini tak boleh dibiarkan. Pelanggaran ini telah menodai kesucian Al-Qur’an. Tindakan mereka bertentangan dengan kebebasan yang dijamin dunia,” tegas Syaikh Shabri. Shabri menyerukan pelaku kejahatan tersebut diajukan ke pengadilan.

“Pemerintah penjajah Israel dalam hal ini bertanggung jawab atas provokasi dan pelanggaran yang berulang-ulang. Dunia arab dan Islam harusnya memahami bahaya dari tindakan mereka yang telah menodai Al-Qur’an,” tambah Syaikh Shabri.(T/P02/R2).

Mi’raj News Agency (MINA)

 

 

 

 

Leave a Reply