CALON TERKUAT PRESIDEN KENYA DICURIGAI MASUKKAN SURAT SUARA RUSAK

Nairobi, 25 Rabiul Akhir 1434/7 Maret 2013 (MINA) –  Calon kuat partai Kenya Uhuru Kenyatta yang dipastikan sebagai presiden pada Rabu (6/3) dicurigai memasukkan banyak surat suara rusak dalam hasil pemilihan Senin lalu, karena kecewa  atas lambannya perkembangan penghitungan, lansir Modern Ghana yang dipantau MINA di Jakarta, Kamis (7/3).

Pemilu  Senin lalu adalah yang pertama sejak 2007 ketika sengketa atas proses penghitungan suara pemilu meletus menjadi minggu kekerasan mematikan yang menewaskan lebih dari 1.100 orang.

Pemimpin dan pejabat pemilu menghimbau rakyat  tenang setelah sistem penghitungan elektronik gagal dan menunda hasil penghitungan suara. Lebih dari 40 persen tempat pemungutan suara telah dihitung, memberikan Kenyatta 58 persen suara sah dengan 38 persen untuk pesaing terdekatnya, Raila Odinga.

Dengan selisih suara yang cukup kecil, masuknya sejumlah besar surat suara rusak dalam hitungan menjadi kontroversi utama. Surat suara yang rusak mencapai lebih dari lima persen suara, yaitu sekitar 300.000 surat suara.

Masuknya surat suara rusak menimbulkan kecurigaan publik kepada pejabat dari koalisi Kenyatta, Ngilu Charity. Surat suara rusak yang begitu banyak sangat menambah jumlah suara yang dibutuhkan seorang kandidat mencapai ambang batas 50 persen untuk kemenangan putaran pertama.

Ada kekhawatiran dengan meluasnya kegagalan  sistem penghitungan suara elektronik  yang diterima dari TPS. Setelah sistem terhenti Rabu siang, Komisi Pemilihan Umum (IEBC) memerintahkan petugas pemilu menghitung ulang surat suara dan hasilnya dibawa langsung oleh petugas ke kantor pusat.

Helikopter dan pesawat carteran mengangkut petugas pemilu dari  kabupaten yang berjauhan ke Bomas, Nairobi membawa hasil penghitungan.

Kalonzo Musyoka, pasangan Presiden  Odinga mengatakan  kekhawatiran partainya pada kegagalan pencatatan elektronik IEBC  serta banyaknya surat suara yang rusak. Tapi dia mendesak para pendukungnya untuk menjaga perdamaian.

Perdana Menteri Odinga mengatakan kemenangannya dirampok di tahun 2007 lalu, ketika hasil sengketa pemilu  memicu kekerasan etnis berdarah.

Calon kuat Kenyatta yang merupakan putera pendiri Negara itu menghadapi dakwaan Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) karena diduga terlibat dalam kejahatan kemanusiaan dalam aksi kekerasan itu.

Untuk menang langsung dan menghindari putaran kedua, seorang calon harus menang lebih dari 50 persen dari total suara. Menurut konstitusi minimal 25 persen suara di peroleh dari setengah lebih semua  kabupaten. Kenya memiliki 47 kabupaten.

Daily Nation Kenya memperingatkan dalam editorial Rabu-nya bahwa meskipun pemilu sebagian besar berjalan damai, namun  ada potensial “jalan berbatu” ke depan. Beberapa hari terakhir, kecuali peristiwa serangan di pantai dan ledakan beberapa bom, sebagian besar wilayah Kenya telah tenang.

Hasil, jajak pendapat 2007  antara Presiden Mwai Kibaki melawan Odinga, memicu gelombang protes, terutama karena kurangnya transparansi dalam cara menghitung surat suara. Odinga dan saingannya Kenyatta  – salah satu pria terkaya dan terkuat di Afrika – secara terbuka telah berjanji tidak akan ada peristiwa berdarah seperti 2007-2008. (T/P09/R2).

Mi’raj News Agency (MINA)

Leave a Reply