DELAPAN LSM KERJASAMA BERDAYAKAN PEREMPUAN MISKIN INDONESIA

       Jakarta, 26 Rabiul Akhir 1434/8 Maret 2013 (MINA) – Australian Aid bekerja sama dengan tujuh Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) perempuan dan satu organisasi internasional dalam program bersama guna meningkatkan status perempuan di Indonesia.

       “Salah satu tugas kemitraan kami adalah untuk membantu kaum perempuan Indonesia dalam menghadapi berbagai isu kekerasan terhadap perempuan dan kemiskinan di kalangan perempuan di Indonesia,” kata Kate Shanahan selaku Manager Unit Australian Aid pada konferensi media untuk memperingati hari perempuan sedunia di Jakarta, Kamis (7/3).

        Hadir dalam acara tersebut koordinator dari tujuh LSM perempuan Indonesia, Anis Hidayah (Migrant Care), Desti Murdijana (Komnas Perempuan), Dian Kartikasari (Koalisi Perempuan Indonesia), Miranda Fajerman (International Labour Organisation), Nani Zulminarni (Perempuan Kepala Keluarga/PEKKA), dan Missiyah (Kapal Perempuan).
        Mia Salim selaku manager hubungan masyarakat Australian Aid mengatakan kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Perempuan Sedunia 8 Maret. Oleh karenanya, melihat kasus yang terjadi di Indonesia kemitraan pada tahun ini berusaha membantu perempuan di Indonesia untuk meningkatkan taraf hidupnya jadi lebih baik.

        Sehari sebelum peringatan tersebut, delapan LSM ini berkumpul bersama untuk membahas masalah-masalah yang dihadapi perempuan Indonesia selama ini dan mencari cara yang mungkin dilakukan untuk bekerjasama dalam menanggulanginya.
        Australia Aid membuat program Maju Perempuan Indonesia untuk Penanggulangan Kemiskinan (MAMPU), mendukung penelitian di lima area kunci yang mempengaruhi kehidupan perempuan di Indonesia.

        Kelima kunci itu diantaranya, Akses perempuan ke program perlindungan sosial pemerintah, kesehatan seksual dan reproduksi, kondisi yang dihadapi pekerja migran perempuan di luar negeri, akses ke lapangan kerja dan diskriminasi di tempat kerja serta kekerasan terhadap perempuan.

        LSM ini bekerja sama dengan LSM daerah dalam rangka merangkul masyarakat. “Yang paling penting mengenai perempuan daerah adalah LSM lokal, karena itulah pemberdayaan di tingkat tersebut ditingkatkan,” kata Nani Zulminari, ketua PEKKA. Sedangkan Kate yang mewakili pemerintahan Australia mengatakan program ini telah didukung pemerintah pusat, oleh karena itu perlu dukungan masyarakat sipil untuk ikut membantu melaporkan segala kasus dan tidak segan untuk melapor kepada LSM-LSM terdekat terkait hal-hal yang menimpa perempuan.

        Duta Besar Australia untuk Indonesia Greg Moriarty mengatakan Australia berkomitmen meningkatkan peluang dan kesejahteraan perempuan Indonesia serta mendukung upaya LSM ini. “Organisasi-organisasi ini telah berada di garis depan dalam upaya mengatasi masalah ini.”

       Sementara itu, Qodar Tri Wusananingsih koordinator PEKKA mengatakan kerjasama ini sebagai bentuk keprihatinan kami terhadap kasus yang menimpa perempuan Indonesia. “PEKKA hadir untuk membantu perempuan miskin yang menjadi kepala rumah tangga khususnya, melalui berbagai program pemberdayaan,” katanya.

       Qodar menambahkan, lima butir tujuan PEKKA yang diusung untuk solusi dari permasalahan perempuan miskin ini adalah, peningkatan ekonomi, akses, kesadaran kritis, partisipasi dan kontrol. (L/P03/P08/E1)

Mi’raj News Agency (MINA)

Leave a Reply