DELAPAN ORGANISASI GALANG BANTUAN PEDULI SURIAH – PALESTINA

Jakarta, 12 Jumadil Awal 1434/24 Maret 2013 (MINA) – Delapan organisasi agama dan kemanusiaan mengadakan acara talk show dan penggalangan dana peduli Suriah dan Palestina di Masjid Baitul Ihsan Bank Indonesia, Ahad (24/3) Jakarta Pusat.

Acara bertema ‘Kemenangan Suriah, Kunci Menuju Bebasnya Al-Aqsha’ ini menghadirkan beberapa nara sumber yang mewakili organisasi-organisasi tersebut.

Bachtiar Nasir sebagai Ketua Majelis Intelektual Ulama Muda Indonesia (MIUMI), Spirit of Aqsa (SoA) dan Young Islamic Leaders (YI-Lead). Bambang Sukirno mewakili Hilal Ahmar Society Indonesia (HASI), Imam Akbari dari Aksi Cepat Tanggap (ACT), Muhendri Muchtar dari Komite Indonesia untuk Solidaritas Palestina(KISPA) dan Saiful Bahri dari Asia Pasific Comunity for Palestine.  Management Masjid Baitul Ihsan Bank sebagai penyedia tempat dan sarana acara.

Acara didahului berbagai penayangan video yang menggambarkan konflik Suriah yang sebenarnya. Tergambar kedahsyatan perang yang terjadi antara rezim Bashar Al-Assad dengan para pejuang oposisi yang terdiri dari banyak faksi pejuang Islam. Ribuan anak-anak yang terbunuh dan  para wanita yang menjadi korban pemerkosaan oleh tentara rezim Assad menjadi sorotan. Terutama video yang menunjukkan pengkultusan Assad.

“Yang terjadi di Suriah bukan sekedar politik biasa, tapi ada makar besar dari rezim Al-Assad untuk melenyapkan kaum ahlisunnah dari Suriah,” kata salah satu sumber di dalam video.

Para narasumber yang memang terjun langsung ke medan konflik menyampaikan gambaran yang sebenarnya tentang kondisi rakyat Suriah yang sebenarnya, baik yang memilih bertahan maupun yang memilih mengungsi.

Beberapa nara sumber mengkritik peran media dalam mengambil berita yang tidak lengkap tentang peristiwa Suriah lalu dengan begitu saja melemparkannya ke publik. Bachtiar yang membina berbagai organisasi pembinaan dan kemanusiaan menyebutkan bumi Syam (salah satunya Suriah) adalah bumi pertarungan akhir jaman.

“Ini adalah gerbang menuju perang akhir jaman. Di Suriah adalah patok pertarungan pembeda antara yang hak dan yang batil,” kata ulama yang aktif membina para pemuda Islam ini.

Acara ini berhasil mengumpulkan dana lebih dari 18 juta rupiah. Di tambah beberapa peserta yang berkomitmen akan menyalurkan bantuannya setiap bulan untuk membantu Suriah dan Palestina.(L/P09/R2).

Mi’raj News Agency (MINA)

Leave a Reply