DEWAN WANITA MESIR RANCANG HUKUM UNTUK KEKERASAN KAUM HAWA

Persiapan keberangkatan delegasi Mesir untuk pertemuan komisi status perempuan di PBB, New York. foto: Daily News EgyptKairo, 20 Rabiul Akhir 1434/2 Maret 2013 (MINA) –  Dewan Nasional untuk Perempuan (National Council For women/NCW) merilis rincian undang-undang baru untuk mengatasi kekerasan terhadap wanita di Mesir.

Menurut laporan Daily News Egypt yang dipantau Mi’raj News Agency (MINA), undang-undang tersebut sedang disusun bekerja sama dengan organisasi-organisasi masyarakat sipil.

Media harian Mesir tersebut juga melaporkan NCW bertemu dengan presiden Mursi pada Kamis (28/2) untuk membahas tantangan-tantangan yang dihadapi wanita Mesir saat ini. “Tujuan pertemuan itu adalah mengatasi adanya kekerasan terhadap perempuan baik di rumah maupun di tempat kerja,”  kata NCW dalam konferensi pers pada Kamis (28/2).

NCW mengumumkan undang-undang yang pembentukannya diinstruksikan perdana Menteri Mesir Hisham Qandil  tersebut diperkirakan  berisi tiga bab.  Pertama, perbedaan pengertian kekerasaan terhadap wanita, seperti  penolakan warisan, perdagangan sunat, kawin paksa dan penggunaan yang tidak tepat dari tubuh perempuan dalam iklan.

Bab kedua diperkirakan berisi pendefinisian berbagai bentuk kekerasan dan pelecehan seksual. Bagian ini juga akan mencakup ketentuan untuk memastikan “pelaku kejahatan dihukum berat”, yang berarti mencakup kemungkinan hukuman mati “sesuai dengan keadaan dari kasus dan jumlah pelaku”.

Bab ketiga berisi ketentuan untuk upaya  yang diperlukan Negara guna  mendorong korban melaporkan  kekerasan yang menimpa dirinya, termasuk perlindungan bagi korban serta penyediaan setiap pelayanan rehabilitasi yang diperlukan.

Pernyataan yang  diumumkan Jubir  Kepresidenan pada Kamis tersebut mengatakan NCW dan Mursi  membahas tantangan yang dihadapi perempuan Mesir dan cara-cara untuk mengatasinya, serta pentingnya upaya bersama untuk mempromosikan peran perempuan dalam masyarakat.

Menurut rilis itu presiden Mursi menuntut pengembangan “kode kehormatan” perempuan di Mesir yang mendefinisikan kerangka dasar bagi kemajuan peran perempuan dalam masyarakat.

Presiden NCW Mervat Al-Tallawy menguraikan rencana dewan untuk kedepannya. Menurut pernyataan presiden rencana ini termasuk pengembangan keterampilan perempuan Mesir, kapasitas investasi perempuan, pengurangan kemiskinan, memberikan perlindungan hukum dan sosial  serta pemberdayaan politik dan sosial perempuan.

Al-Tallawy juga mengundang Mursi untuk  mengadakan perayaan wanita,  dimana dijadwalkan NCW pada Maret.

Mursi juga bertemu dengan delegasi Mesir untuk pertemuan Komisi PBB tentang Status Perempuan (CSW) ke-57 mendatang. Sesi ini dijadwalkan mulai pada 4 sampai 15 Maret di markas besar PBB di New York. Kepresidenan menegaskan pidato Mesir akan disampaikan asisten Mursi untuk urusan politik, Pakinam El Sharkawy.

Presiden menekankan pentingnya partisipasi efektif dan positif dari delegasi Mesir pada pertemuan tersebut serta menyampaikan citra sejati budaya dan tradisi Mesir. (T/P03/R2).

 Mi’raj News Agency (MINA) 

Leave a Reply