DIRJEN KERJASAMA ASEAN RI: INDONESIA HARUS JADI ‘THE WINNER’

Jakarta, 11 Jumadil Awal 1434/23 Maret 2013 (MINA) – Dirjen Kerjasama ASEAN Kementerian Luar Negeri RI, Duta Besar I Gusti Agung Wesaka Puja mengatakan, Jum’at (22/3) di Depok, Indonesia harus menjadi ‘winner’ (pemenang) dalam persaingan Komunitas ASEAN 2015.

“Kita tidak boleh jadi ‘the loser’, kita harus menjadi ‘the winner’,” kata I Gusti dalam acara Launching Seminar Pusat Studi ASEAN (ASEAN Study Centre) di Universitas Indonesia (UI) sebagaimana yang dirilis dalam situs resmi Kementerian Luar Negeri RI.

Bertema “Kesiapan Indonesia Menyongsong Komunitas ASEAN 2015”, acara ini diselenggarakan atas kerjasama Kemlu dengan Fakultas Ilmu Sosial dan Politik UI. 

Dalam kesempatan ini, I Gusti dan Direktur Eksekutif Pusat Studi ASEAN, Edy Prasteyono, menandatangani Nota Kesepakatan mengenai Pendidikan, Penelitian/Kajian Ilmiah, dan Pengabdian Masyarakat.

Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UI, Bambang Shergi Laksmono menyatakan bahwa kita tidak bisa memilih tentangga, melainkan kita harus menyusun strategi negara. Dekan FISIP UI mengharapkan Pusat Studi ASEAN UI dapat mempersiapkan sumber daya untuk mengisi ruangan-ruangan pengabdian masyarakat.

Pusat Studi ASEAN diharapkan menjadi bagian penyelenggaraan sosialisasi dan outreach dalam rangka pembentukan Komunitas ASEAN 2015 yang akan datang. “Seminar ini bertujuan mempersiapkan masyarakat Indonesia untuk menyongsong terbentuknya Komunitas ASEAN 2015,” kata I Gusti.

Pusat Studi ASEAN di UI merupakan institusi ketiga yang dibentuk atas kerjasama Kemlu dan lembaga universitas di Indonesia. Kemlu merencanakan untuk membentuk delapan Pusat Study ASEAN di tahun ini. Komunitas ASEAN 2015 berfokus pada tiga pilar, yaitu Komunitas Keamanan, Ekonomi dan Sosial Budaya.

Menurut I Gusti, pembentukan Komunitas ASEAN 2015 merupakan suatu keniscayaan dan tidak bisa dihindari lagi. Mengenai kekhawatiran akan penyerbuan pasar tenaga kerja Indonesia dengan penyelanggaraan Komunitas ASEAN, Dirjen Kerjasama ASEAN ini menyatakan bahwa, “Indonesia tidak lagi memiliki waktu untuk menjadi defensive, tapi bagaimana agar bisa jadi offensive.” 

Indonesia, sebagai bangsa yang besar, merupakan sosok pemimpin di kawasan ASEAN. Saat ini Indonesia menduduki peringkat ke-16 ekonomi terbesar di dunia, dan memiliki banyak peluang dengan market di luar negeri. I Gusti mengharapkan pembentukan Pusat Studi ASEAN akan menghasilkan sumber daya manusia yang berkualitas dan dapat bersaing dengan tenaga kerja dari luar negeri. (T/P09/R2).

Mi’raj News Agency (MINA)

Leave a Reply