DR ABDURRAHMAN YUSUF AL JAMAL: BANGSA PALESTINA HARUS BERSATU HADAPI ZIONIS ISRAEL

Gaza City, 25 Rabiul Akhir 1434/7 Maret 2013 (MINA) – Wakil ketua Parlemen Palestina di Gaza Dr. Abdurrahman Al Jamal mengatakan, tidak diragukan lagi bahwa sampai saat ini kehidupan masyarakat Palestina sangat memprihatinkan dan sudah sepantasnya masyarakat Palestina bersatu dalam menghadapi Zionis yang merupakan musuh bersama ini.

“Karena dengan bersatu sajalah danZ kehendak Allah tentunya rakyat Palestina akan lebih mampu dalam menghadapi musuh mereka, mengembalikan hak mereka dan membebaskan tanah mereka yang terjajah,” katanya dalam wawancara khusus dengan wartawan Mi’raj News Agency (MINA) Muhammad Hussein di Gaza, Rabu (6/3).

Berikut adalah wawancara lengkapnya :

Bagaimana kelanjutan dari perundingan rekonsiliasi Palestina ?

Dr. Abdurrahman Al Jamal : Bismillahirrahman nirrahim, tidak diragukan lagi bahwa sampai saat ini kehidupan masyarakat Palestina sangat memprihatinkan, dan sudah sepantasnya masyarakat Palestina bersatu dalam menghadapi Zionis yang merupakan musuh bersama ini. Hanya dengan bersatu saja dan kehendak Allah tentunya rakyat Palestina akan lebih mampu menghadapi musuh mereka, mengembalikan hak mereka dan membebaskan tanah mereka yang terjajah. 

Namun, alhamduillah belakangan ini kita melihat adanya kesungguhan dalam proses rekonsiliasi, dan saya katakan bahwa kesepakatan yang telah ditetapkan beberapa waktu lalu telah sukses dan telah berjalan secara utuh bahkan beberapa berkas rekonsiliasi juga sudah mulai di realisasikan dan sedang dalam proses, seperti berkas pengadaan pemilu, berkas tentang kebebasan, keamanan, dan persatuan gerakan-gerakan Palestina dan sebagainya.

Proses kesepakatan ini terus berjalan meskipun banyak tekanan dari pihak-pihak yang tidak suka, seperti Amerika dan Zionis yang terus berusaha menghalangi kesuksesan jalannya rekonsiliasi ini. Sedangkan kami dalam menjalankan fungsi dan tugas-tugas kami berusaha untuk tak terpengaruh oleh tekanan-tekanan tersebut.

Akan tetapi  saya amati saat ini proses rekonsiliasi ini sedikit tertunda  terkait rencana kunjungan Presiden AS Barack Obama ke Palestina. Sementara Abu Mazen (Mahmud Abbas) berharap bisa mengadakan perundingan dengan mereka dalam mencari solusi perdamaian dengan mengesampingkan proses rekonsiliasi. Akan tetapi kita berharap dengan izin Allah akan segera tercapai hasil dari rekonsiliasi ini.

Ada beberapa analisis dan wartawan Palestina antara lain Khalid Amayreh mengatakan rekonsiliasi sebagai skenario Israel dan Amerika dimana Fatah mengatur agenda rekonsiliasi sesuai keinginan Israel & AS, bagaimana tanggapan Anda ?

Dr. Abdurrahman Al Jamal : Tidak diragukan lagi bahwa tindak tanduk Otoritas Palestina di Tepi Barat dibawah pimpinan Abu Mazen sangat tergantung kepada keputusan dari Amerika. Dan tidak bisa bertindak tanpa persetujuan Amerika. Maka dari itu Amerika memiliki acuan-acuan dan syarat-syarat tertentu dalam kebijakannya. 

Termasuk ketika Hamas memenangkan pemilu tahun 2006 dimana saat itu Hamas terpilih dengan suara terbanyak, kemudian membentuk badan pemerintahan serta badan parlemen dan  perwakilan rakyat, namun Amerika tidak sudi mengakui hasil dari pemilu kala itu. Maka fokus mereka dalam rekonsiliasi kali ini adalah “pemilu” saja. 

Kita semua tahu bahwa sejak kemenangan Hamas dalam pemilu silam, Hamas mulai diblokade. Begitu pula masyarakat jalur Gaza. Kondisi menjadi semakin sulit, dan tidak kita pungkiri bahwa kesulitan-kesulitan ini berpotensi melahirkan golongan-golongan yang menentang pemerintah Hamas.

Namun tentu saja kami tidak takut terhadap pemilu mendatang, namun perlu diingat bahwa kepentingan Amerika dalam rekonsiliasi kali ini hanyalah menginginkan diadakannya pemilu saja dan tak ingin terjadi kondisi yang stabil dalam masyarakat Palestina.

Di Tepi Barat contohnya, sampai saat ini masih terjadi berbagai penangkapan oleh militer Zionis, kantor-kantor ditutup. Karena itu, jelas bahwa apa yang diinginkan oleh Amerika dan Zionis dari seluruh proses rekonsiliasi ini adalah “pemilu”.

Mereka berusaha mengadakan kembali pemilu untuk keluarnya Hamas melalui pintu yang sama ketika Hamas masuk dan berkuasa, yaitu pemilu. Jadi skenarionya, Hamas akan kalah dalam pemilu sementara kondisi Palestina akan semakin jauh dari stabil, para anggota parlemen akan terus ditangkapi dan dipenjarakan di penjara-penjara Israel.

Yahudi juga tidak ingin diadakannya pemilu di al-Quds. Siapa yang ingin mencalonkan diri menjadi  anggota perlemen kalau hari berikutnya dia harus ditangkap dan dijebloskan ke penjara? Lalu, bagaimana mungkin diadakan pemilu di al-Quds? Untuk itu saya tegaskan kembali bahwa tujuan Amerika sudah jelas bahwa keluarnya Hamas dari panggung politik.

Rencananya Obama akan mengadakan kunjungan ke Palestina termasuk ke Masjid Al-Aqsa, bagaimana pandangan anda ?

Dr. Abdurrahman Al Jamal : Kunjungan Obama ke Al Aqsa akan menjadi hal yang membahayakan tentunya. Dimana sampai saat ini ia beranggapan bahwa masjid Al-Aqsa di bangun di atas haikal (kuil) sulaiman yang tentu saja itu karangan. Maka dari itu kami melihat akan bahayanya rencana kunjungan Obama tersebut. Karena ini adalah tempat suci milik muslimin dan tidak pantas untuk orang sejenis Obama mendatangi tempat suci ini.

Dengan kunjungannya kali ini Yahudi berusaha melegalkan usahanya dalam meruntuhkan masjid Al-Aqsa untuk dibangun diatasnya haikal sulaiman. Selain itu juga, hal ini tidak lepas dari rangkaian usaha penyerangan terhadap masjid Al-Aqsa namun di balik serangan frontal mereka. Dan inilah yang selama ini diinginkan oleh Yahudi. Yaitu mengganti bangunan masjid Al-Aqsa dengan haikal sulaiman yang selama ini merka karang ceritanya.

Untuk itu kami katakan bahwa kunjungan kali ini akan sangat menyenangkan Yahudi  karena kunjungan ini juga akan  memperkuat posisi mereka dalam menguasai masjid Al-Aqsa.

Apa harapan rakyat Palestina terhadap kunjungan Obama ?  

Dr. Abdurrahman Al Jamal : Kami berharap agar rencana kunjungan ini dibatalkan karena masjid Al-Aqsa jelas-jelas milik kaum muslimin. Dan tidak pantas sama sekali orang seperti Obama mengunjungi masjid Al-Aqsa, karena masjid Al Aqsa adalah bangunan suci untuk kaum muslimin melaksanakan shalat di dalamnya bukannya tempat untuk rekreasi atau tamasya. Terlebih lagi tujuan kunjungan ini adalah bagian dari konspirasi busuk dan kotor yang ingin disampaikan oleh Obama dan dimanfaatkan oleh orang orang Yahudi.

Dukungan seperti apa sebetulnya yang anda harapkan dari berbagai pihak untuk Palestina?

Dr Abdurrahman Al Jamal : Masjid Al-Aqsa yang diberkahi bukan hanya milik masyarakat Palestina saja, melainkan milik seluruh kaum muslimin. Maka dari itu merupakan kewajiban seluruh umat islam dari seluruh kalangan baik itu para pemimpin, para raja, para ulama, para ilmuan sampai masyarakat biasa untuk bersama-sama berjuang membebaskan Masjid Al-Aqsa.

Kami menginginkan pembebasan masjid Al-Aqsa dari kotor dan najisnya tangan-tangan Zionis Yahudi. Karena inilah yang seharusnya diusahakan oleh kaum muslimin diseluruh dunia. Hal yang memalukan bagi kaum muslimin ketika membiarkan masjid Al-Aqsa menjadi tahanan serta jajahan para Zionis Yahudi sehingga menyebabkan kaum muslimin tidak bisa melakukan perjalanan yang diprioritaskan dalam islam ketiga masjid yang diantaranya adalah Masjid Al-Aqsa.

Untuk itu saya katakan sudah sepantasnya pada saat-saat seperti ini haruslah ada aksi nyata oleh seluruh kalangan umat Islam di seluruh dunia baik itu arab maupun non arab, baik itu dari kalangan ulama, para aktivis, bahkan seluruh rakyat muslim lainnya di seluruh penjuru dunia untuk bersama-sama berjuang dalam membebaskan Al-Aqsa. Begitu juga para hartawan muslim dunia sepantasnya mereka turut membantu perjuangan ini dengan apa yang mereka miliki.

Dukungan moril dan materi sangat dibutuhkan oleh masyarakat Palestina yang berada di al-Quds dan sekitarnya agar menguatkan keberadaan mereka dan perjuangan mereka mempertahankan eksistensi mereka di Al-Aqsa yang kita ketahui bersama bahwa sampai saat ini Zionis Yahudi terus menerus berusaha mengusir dan menghapus eksistensi mereka di al-Quds.

Sejauh mana dukungan Internasional terhadap Kemerdekaan Palestina?

Dr. Abdurrahman Al Jamal : AS dan negara-negara eropa yang merupakan sekutunya telah membantu dan mendukung israel secara total dan terang-terangan yang menyebabkan tidak ada satu negara pun saat ini di dunia yang bisa mengganggu gugat setiap keputusan mereka dalam membantu israel. Diantara bentuk dukungan mereka terhadap israel adalah penjajahan yang israel lakukan atas Palestina yang juga mereka dukung. 

Kebijakan kebijakan yang dikeluarkan oleh PBB terkait konflik Palestina-israel tidak pernah mempengaruhi kekejaman dan kriminalitas israel terhadap Palestina. Larangan serta kecaman pendirian tembok dan pembangunan rumah-rumah penduduk oleh Zionis israel tidak pernah menghentikan usaha mereka sekalipun negara-negara internasional mengutuk hal tersebut.

Begitu pula pembunuhan dan penangkapan yang terus menerus dilancarkan oleh pihak Zionis, tidak ada negara-negara internasional yang mampu menghentikan kejahatan tersebut. Kasus terbaru adalah syahid-nya seorang tahanan Palestina “Arafat jaradat” di penjara Zionis akibat kekejian dari perlakuan bangsa Yahudi israel sementara tahanan yang lainnya mengalami penyiksaan yang sangat keji.

Maka dari itu kami tegaskan bahwa sampai saat ini negara internasional terutama Eropa dan Amerika masih lebih condong dalam membantu Yahudi dibanding Palestina dan masih  belum bisa menghentikan kebrutalan dan penjahan  Yahudi  atas rakyat Palestina. Usaha-usaha dunia internasional dalam mendukung kebebasan Palestina baru sekedar usaha di atas kertas dan belum mengeluarkan hasil yang signifikan.  

Bagaimana pandangan Anda tentang pernyataan PM Erdogan dalam forum aliansi peradaban kelima di Wina bahwa Zionisme merupakan kejahatan kemanusiaan?

Dr. Abdurrahman Al Jamal : Posisi Erdogan selama ini berada dalam posisi yang positif bagi Palestina dan rakyatnya. Kami bangga terhadap aksi solidaritas beliau dalam mendukung kami. Dan perkataan Erdogan itu sangat tepat dan benar bahwa apa yang dilakukan oleh Yahudi jelas merupakan kejahatan dan kriminalitas secara terang-terangan namun selalu ditutupi oleh negara-negara barat melalui media-media mereka. 

Maka dari itu kami sangat mengapresiasi aksi  Erdogan yang merupakan aksi berani, tepat dan terhormat dalam rangka mencari jalan keluar dari kasus Palestina. Ya, kami katakan sekali lagi bahwa aksi Zionis Yahudi benar-benar merupakan kejahatan terhadap Palestina, rakyat dan kesucian tanahnya. Maka dari itu sudah sepantasnya negara-negara arab dan negara Islam berada dalam posisi dan aksi pemberani seperti yang dilakukan oleh Erdogan.

Sebagai ulama Palestina, bagaimana anda memandang perpecahan dan pentingnya persatuan untuk melawan Zionis Israel?

Dr. Abdurrahman Al Jamal : Pembebasan Palestina tidak akan terjadi sampai umat Islam bersatu. Shalahuddin al-Ayubi sebelum datang ke tanah Palestina untuk membebaskannya, dan sebelum mempersiapkan pasukannya terlebih dahulu menyatukan  umat islam.

Maka kaum muslimin  harus bersatu. Karena sesungguhnya permasalahan Palestina selalu berhasil menyatukan kaum muslimin dan  konflik yang terjadi di Palestina adalah tanggung jawab seluruh kaum muslimin di dunia. Masjid Al-Aqsa adalah milik muslimin, begitu pula tanah Palestina dan al-Quds dan sampai saat ini Yahudi terus menerus berusaha menempatinya secara keseluruhan dengan membangun pemukiman-pemukiman terlarang.

Begitu juga bahwa  permasalahan Palestina bukan hanya permasalah masyarakat Palestina semata adalah hal yang telah kita sepakati bersama, permasalahan palestina merupakan permasalahan  seluruh umat muslim dunia. Maka dari itu wajib bagi umat muslim dunia bersatu dan memperlihatkan pengorbanannya untuk mendukung rakyat Palestina secara serius.    

Untuk itu kami katakan bahwa penyebab keterlambatan pembebasan Palestina sampai saat ini adalah karena perpecahan umat dan semua perbedaan yang terjadi di tubuh negara-negara muslim arab dan non-arab menyebabkan mereka hanya fokus terhadap masalah-masalah internal mereka sendiri hingga mengesampingkan tujuan mereka yang sebenarnya.

Sehingga dengan begitu mereka tidak dapat saling melengkapi dan bahu membahu dalam mengembalikan kejayaan umat Islam meski sesungguhnya mereka memiliki dana dan kekuatan yang cukup. Maka sekiranya umat Islam yang sangat banyak ini bisa bersatu maka saya sangat yakin bahwa pembebasan Palestina dan Al-Aqsa sangatlah dekat.

Sejak empat bulan lalu kami mendirikan kantor berita Islam dengan nama Mi’raj News Agency (MINA). MINA mempunyai visi mendukung kepentingan Islam dan umat muslim di seluruh dunia. Sedangkan misisnya antara lain untuk mendukung upaya pembebasan Masjid Al-Aqsa dan mendukung perjuangan kemerdekaan Palestina. Apakah ada saran dan usulan Anda mengenai MINA demi kepentingan Islam dan umat muslim di seluruh dunia ?

Dr. Abdurrahman Al Jamal : Saya katakan bahwa masyarakat Indonesia selalu mengikuti perkembangan Palestina secara konsisten. Saya pernah mengunjungi Indonesia dan menyaksikan dengan mata dan kepala saya sendiri bagaimana masyarakat Indonesia sangat peduli dan cinta terhadap Palestina, rakyatnya, Al-Aqsa dsb.

Dukungan yang terus menerus di berikan oleh rakyat Indonesia untuk Palestina benar-benar nyata. Dan salah satu bentuk dari dukungan mereka terhadap Palestina adalah dengan didirikannya kantor berita seperti “MINA” ini.

Kantor berita Mi’raj News Agency (MINA) dengan segenap upaya selalu memperkenalkan dan mensosialisasikan Palestina dan Masjid Al-Aqsa al-Mubarok kepada masyarakat Indonesia dan dunia.

Kemudian kantor berita MINA juga senantiasa mengingatkan umat Islam bahwa mereka memiliki satu dari tiga masjid yang harus dikunjungi dan masih terpenjara oleh musuh mereka yaitu Zionis Yahudi. Masjid al-Aqsha yang belum bisa mereka kunjungi karena masih terjajah, sementara kami juga sudah sangat rindu untuk mengunjungi masjid suci ini untuk membebaskannya.

Maka dari itu saya katakan untuk kantor berita MINA rasa terima kasih saya yang sebesar besarnya atas usaha dan dukungan tiada hentinya dan kami harapkan agar kantor berita MINA komitmen dalam dukungannya terhadap Palestina dan segala permasalahannya. Dan sebagaimana kita ketahui bersama bahwa peran media dalam perjuangan pembebasan masjid Al-Aqsa sangat lah besar.

Seluruh elemen yang bekerja dalam jalur media merupakan para mujahid dalam bidangnya. Para mujahid yang berjihad dengan “pena”-nya, mujahid yang berjihad dengan “tulisan dan gambar”-nya.  Dan semua ini dalam rangka merealisasikan kemenangan kaum muslimin dan rakyat Palestina.

Maka dari itu sekali lagi saya katakan, teruslah fokus dan konsentrasi dalam jalan jihad antum semua dalam perjuangan pembebasan Palestina dan dalam usaha menyatukan kaum muslimin di seluruh dunia. Indonesia dengan berbagai perbedaan yang ada baik itu perbedaan kelompok, partai, dan masyarakatnya akan bersatu jika sama-sama berkonsentrasi dalam usaha pembebasan Palestina ini.

Karenanya “MINA” teruslah mengingatkan mereka akan peran dan tanggung jawab mereka dalam perjuangan ini agar mereka senantiasa berkorban dengan waktunya, dengan tenaganya, dan dengan segala usahanya dalam mencari jalan keluar permasalahan Palestina agar kelak mereka memiliki saham dalam pembebasan Palestina. (L/K1/P02/R2).

Mi’raj News Agency (MINA)

 

 

 

 

Leave a Reply