ERA OBAMA LEBIH BRUTAL DARI BUSH

Washington, 20 Jumadil Awal/31 Maret 2013 (MINA) – Seorang analis politik mengatakan disamping slogan perdamaiannya, Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama ternyata  telah melakukan hal yang lebih brutal daripada George Bush karena berkali kali melakukan serangan mematikan mengunakan drone (pesawat tanpa awak).

“Ada ilusi tentang budaya politik Amerika bahwa Partai Demokrat adalah entah bagaimana lebih baik, atau lebih damai atau lebih progresif, bahwa Obama entah bagaimana berbeda,” kata Paul Street dalam sebuah wawancara pada hari Kamis.

Street lebih lanjut mengkritik pemenang Hadiah Nobel Perdamaian yakni Presiden AS, yang berpura-pura memiliki pandangan  anti-perang tetapi dalam kenyataannya banyak melakukan pembunuhan di luar perbatasan AS.

“Serangan drone ini telah meningkat secara dramatis di bawah Obama …. Serangan Jauh lebih meningkat dan jauh lebih banyak orang tewas oleh Obama daripada era  Dick Cheney dan George W. Bush pernah lakukan, “katanya.

Komentar tersebut muncul setelah sekelompok aktivis AS berencana untuk melakukan serangkaian protes pada bulan April untuk menghasilkan pemberontakan publik di seluruh negeri terhadap operasi drone Washington.

Protes yang dijuluki sebagai Hari Aksi April, akan dimulai pada 3 April di New York dan akan menyebar secara nasional, rencananya aksi ini menargetkan aksinya di pangkalan militer, universitas, dan perusahaan yang terlibat dalam kebijakan drone.

AS melakukan operasi drone di Afghanistan, Pakistan, Yaman dan Somalia meskipun kecaman dari seluruh dunia dari serangan mematikan yang tidak pernah disetujui oleh masyarakat internasional.

Seperti dilansir dari Press Tv, Washington mengklaim drone hanya menyerang para anggota militan, namun angka korban menunjukkan bahwa warga sipil seringkali menjadi korban dari serangan.

Sebuah laporan yang diterbitkan oleh Biro Jurnalisme Investigatif di London pada Januari 2013 menyatakan serangan telah merenggut nyawa hingga 3.577 orang, termasuk diantaranya 884 warga sipil di Pakistan sejak tahun 2004.

Pada bulan September 2012, Stanford Law School dan New York University School of Law menempatkan jumlah korban ‘tingkat tinggi’ yang tewas hanya 2 persen dari total korban serangan tersebut. (T/P05/R2).

Mi’raj News Agency (MINA)

Rate this article!

Leave a Reply