GERAKAN SELEKA REPUBLIK AFRIKA TENGAH REBUT DUA KOTA

Bangui, 10 Jumadil Awal 1434/22 Maret 2013 (MINA) – Pejabat pemerintah Republik Afrika Tengah (CAR) menegaskan, Kamis (21/3) di Bangui, kekuatan koalisi perlawanan Seleka telah merebut dua kota, Press TV melaporkan seperti yang dipantau Mi’raj News Agency (MINA) Jum’at (22/3).

Telah terjadi bentrokan antara pasukan pemerintah CAR dengan kelompok perlawanan Seleka di bagian utara dan berhasil menguasai dua kota.

Koalisi Seleka pertama menguasai Bouca, sebuah kota di utara ibukota Bangui, dengan bandara berjarak sekitar 300 kilometer (240 mil).  Kemudian mengambil alih kota Batangafo, 100 kilometer (62 mil) lebih jauh ke utara.

Juru bicara Seleka Eric Massi yang saat ini di Perancis, mengatakan bahwa pihaknya tidak akan menerima tawaran  Presiden CAR Francois Bozize mengenai pengaturan pembebasan sejumlah tahanan Seleka secara cuma-cuma.

Rabu yang lalu (20/3), televisi pemerintah CAR mengumumkan dua keputusan presiden, yaitu membebaskan para tahanan politik, jam malam dihapus dan blok jalan terlarang dijaga oleh milisi pro-Bozize.

“Kami tidak lagi percaya pada janji Bozize. Kami memintanya mengundurkan diri, jika tidak kita akan memaksanya keluar,” kata Massi melalui telepon pada Reuters, Kamis. Massi menambahkan bahwa Seleka menghadapi sedikit perlawanan di Bouca, dan berhasil menangkap tiga tentara CAR dan dua kendaraan militer di sana.

Dalam konferensi pers, Rabu, Presiden Dewan Keamanan PBB Vitaly Churkin menyatakan “keprihatinan yang besar” atas meningkatnya ketegangan di negara Afrika Tengah tersebut. Tanggal 11 Januari, presiden CAR dan perwakilan Seleka menandatangani perjanjian di Libreville, Gabon, setelah tiga hari perundingan yang ditengahi oleh negara-negara tetangga.

Berdasarkan kesepakatan itu, beberapa tokoh oposisi dan anggota koalisi perlawanan akan diberi sejumlah posisi kunci di pemerintahan. Pihak Seleka terus-menerus menuduh pemerintah tidak mematuhi kesepakatan dan  menyerukan pembebasan tahanan pihak mereka.

CAR adalah negara yang memiliki banyak sumber daya mineral, termasuk emas dan berlian. Namun, negara ini sangat miskin dan telah menghadapi serangkaian pemberontakan dan kudeta sejak memperoleh kemerdekaan pada 1960.

Profil Koalisi Seleka

Koalisi Seleka merupakan aliansi faksi kelompok perlawanan yang menandatangani perjanjian perdamaian tahun 2008 yang mengakhiri “Perang Bush” di Republik Afrika Tengah (2004-2007). Para pejuang adalah mantan tentara dan milisi yang tidak puas dengan pematuhan perjanjian.

Koalisi Seleka didirikan tahun 2012. Dengan kekuatan 1.000 – 3.000 tentara, Seleka dipimpin oleh Michel Djotodia. Pihak yang menjadi lawan Seleka adalah pasukan pemerintah CAR, Kelompok Negara Ekonomi Afrika Tengah (ECCAS) dengan tentara dari Angola, Chad, Kamerun, Republik Kongo dan Gabon (760 tentara). Selain itu, ada 400 tentara Afrika Selatan dan beberapa pasukan Perancis.

Wilayah operasional Seleka mencakup seluruh wilayah CAR, dari utara hingga selatan. Persenjataan mereka hanya senjata kecil dan RPG. Dari Agustus 2012 dan seterusnya, beberapa insiden terjadi di CAR yang melibatkan faksi dari kelompok perlawanan. Mereka bergabung di bawah nama Koalisi Seleka. Bulan Desember 2012 mereka memulai serangan sukses di utara Republik Afrika Tengah (CAR), bergerak ke selatan menuju ibukota, Bangui, disaat mereka memegang kendali beberapa kota seluruh negeri. Mereka ingin Presiden CAR Francois Bozize mundur. (T/P09/R2).

Mi’raj News Agency (MINA).

Leave a Reply