HIDAYAT NUR WAHID: AL-QUR’AN BERANI UNTUK DIUJI DAN DIDEBAT

 Jakarta, 20 Rabiul Akhir 1434/2 Maret 2013 (MINA) – Ketua Fraksi PKS DPR RI Hidayat Nur Wahid dalam acara bedah buku di 12th Islamic Book Fair 1434/2013 Jakarta, Jumat (1/3) mengatakan Al-Qur’an berani untuk diuji dan didebat.

“Al-Qur’an sejak ungkapan pertama menantang umat Islam untuk mempelajarinya, iqra’ (bacalah). Al-Qur’an berani untuk diuji, didebat dan dipertanyakan,” kata Hidayat.

Menurut mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera itu, perintah awal yang berbunyi iqra’ (bacalah) adalah perintah bagi manusia untuk terus belajar. Dan itu berarti Allah membolehkan seseorang untuk mempertanyakan apa yang terkandung di dalam Al-Qur’an. Dan Al-Qur’an akan menjawab semua pertanyaan dan pengujian dari mereka yang diperintahkan Allah untuk terus belajar.

Hidayat mengatakan bahwa Indonesia sangat luar biasa karena setiap waktu menerbitkan buku-buku bertema Al-Qur’an.

“Qari’ Indonesia selalu mengalahkan qari’ dari Arab dalam perlombaan tilawah, walau terkadang mereka tidak mengerti arti bacaannya. Itu menunjukkan tingginya semangat muslim Indonesia mempelajari Al-Qur’an,” ungkap Hidayat.

“Allah sudah sangat memudahkan manusia untuk memahami Al-Qur’an dengan hadirnya Al-Qur’an terjemahan dengan berbagai bahasa. Bahkan sekarang ada Al-Qur’an yang dilengkapi penjelasan berbagai unsur ilmu Al-Qur’annya,” kata Hidayat.

Ketua Ikatan Dai Indonesia (IKADI) Jakarta Atabik Luthfi menyebutkan bahwa buku “The Great Qur’an” yang dilaunching dan dibedah pada kesempatan itu sangat memudahkan umat Islam untuk memenuhi kewajibannya kepada Al-Qur’an.

“Buku The Great Qur’an merumuskan banyak ilmu Qur’an secara ringkas yang menjadi referensi terlengkap tentang ilmu Al-Qur’an,” kata Atabik yang menguasai ilmu tafsir Al-Qur’an.

Buku yang disusun dan diterbitkan oleh Maghfirah Pustaka itu adalah buku pertama dan satu-satunya di Indonesia yang memuat 32 unsur ilmu Al-Qur’an dalam satu kitab.

Menurut Atabik, Al-Qur’an adalah kitab yang selalu aktual. Allah selalu memunculkan seorang ulama tafsir yang baru di setiap masa. Selalu ada ulama tafsir yang menulis Al-Qur’an dengan berbagai ragam kemudahan. Satu contohnya buku The Great Qur’an.(T/P09/R2).

Mi’raj News Agency (MINA)

Leave a Reply