IHRC KHAWATIR PROPAGANDA ANTI-MUSLIM ROHINGYA

Miyanmar, 2 Jumadil Ula 1434/14 Maret 2013 (MINA) – Komisi Islam Hak Asasi Manusia telah menyatakan keprihatinan mendalam atas meningkatnya propaganda melawan Muslim Rohingya di Myanmar, mengingatkan bahwa terjadinya gelombang ketiga pembantaian terhadap umat Islam dikhawatirkan.

“Kami sangat prihatin tentang peningkatan propaganda melawan minoritas Rohingya di Burma. Ini menunjukkan bahwa ada kemungkinan besar terjadi pembantaian ketiga terhadap minoritas Muslim Rohingya,” kata Human Rights Commission Islam (IHRC) dalam sebuah pernyataan di situs resminya, Rabu, seperti dilansir Press TV (13/3) yang dipantau MINA.

Kepala IHRC, Massoud Shadjareh memperingatkan bahwa “genosida tersembunyi” sedang berlangsung di Burma, dia menambahkan, “Kita harus menyuarakanya sebelum lebih banyak lagi muslim Rohingya yang dibunuh,” katanya.

Pernyataan itu untuk mengkritik masyarakat internasional yang tetap diam menghadapi masalah pembunuhan dan pengusiran Muslim di Myanmar. Dikatakan lebih dari 120.000 orang telah mengungsi sejak Juni 2012.

IHRC mengatakan bahwa Muslim Rohingya sedang menghadapi embargo perdagangan di dalam negerinya, propaganda rasis dan ancaman kekerasan yang konstan. Sebelumnya, Human Rights Watch (HRW) mengecam penembakan pengungsi Muslim Rohingya oleh angkatan laut Thailand, HRW mendesak pemerintah Thailand untuk segera memulai sebuah investigasi terhadap penembakan mematikan tersebut.

HRW mengatakan dalam sebuah laporan bahwa pelaut Thailand menembaki sekelompok 20 pencari suaka Rohingya di lepas pantai Province Phang Nga pada 22 Februari, Dua orang tewas dalam penembakan itu, sedangkan lainya melompat ke dalam air untuk menghindari penahanan.

Pemerintah Myanmar menolak mengakui Muslim Rohingya sebagai warga negara dan label minoritas sebanyak 800.000 jiwa, sebagaimana imigran “ilegal” dari negara tetangga Bangladesh. (T/P015/R2).

Mi’raj News Agency (MINA)

 

Leave a Reply