KETUA MUI JABAR : KESADARAN KONSUMSI PRODUK HALAL SEMAKIN PENTING

Bandung, 11 Jumadil Awal 1434/23 Maret 2013 (MINA) – Ketua MUI Jawa Barat bidang Ekonomi dan Produk Pangan, Mustopa Djamaludin, mengatakan, Kesadaran akan konsumsi produk halal semakin penting bagi masyarakat. 

“Sekarang masyarakat lebih cerdas, lebih teliti dalam memilih produk pangan halal, diantaranya dengan memperhatikan logo dalam kemasan sewaktu membeli suatu produk pangan apakah sudah ada logo halalnya atau belum,” kata Djamaludin dalam acara diskusi interaktif produk halal di Aula Redaksi Pikiran Rakyat, Bandung, Rabu (20/3).

Djamaludin juga menjelaskan, Kehati-hatian tersebut merupakan sesuatu yang harus ditangani supaya konsumen tidak terjebak pada makanan yang belum tentu kehalalannya, dan bagi produsen bisa memberikan informasi kepada masyarakat tentang produk halal yang dipasarkan.

Diskusi interaktif produk halal itu dihadiri lebih dari empat puluh orang peserta terdiri dari pelaku usaha serta Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat.

Dialog tersebut dilakukan sebagai langkah awal promosi dan sosialisasi pelaksanaan Indonesia Halal Expo (INDHEX) Jawa Barat 2013 yang akan digelar pada  4-7 Juli 2013 mendatang di Lapangan Gasibu Bandung, Jawa Barat.

Menurut Djamaludin, pameran INDHEX Jabar 2013 tersebut mempunyai tujuan mempromosikan para pelaku usaha khususnya UMKM yang telah bersertifikat halal untuk meningkatkan daya saing sebagai langka awal kebangkitan ekonomi kerakyatan yang berbasisi makanan, minuman, obat-obatan dan kosmetik dalam tatanan pasar global.

“Karena pasar halal merupakan pasar yang sangat potensial,” tegas Djamaludin.

Selain untuk menambah nilai saing di kancah perdagangan global, diharapkan INDHEX Jabar 2013 menjadi momentum pembangunan ekonomi berbasis syariah dalam rangka mewujudkan Jawa Barat sebagai provinsi Halal 2014.

Sementara itu, menurut Kepala Bidang Pembinaan LPPOM MUI Provinsi Jabar, Ir. Nurwahid, INDHEX Jabar 2013 diharapkan dapat mendukung terhadap pencanangan Indonesia sebagai salah satu destinasi Wisata Syariah.

Nurwahid menyatakan, Hal itu seperti yang telah diutarakan oleh Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI, Sapta Nirwandar pada acara Milad LPPOM MUI ke-24 di Jakarta beberapa waktu lalu.

“Salah satu ciri wisata syariah ialah pembedaan yang jelas antara makanan halal dan haram, seperti yang dilakukan Singapura, Malaysia bahkan di negeri minoritas muslim seperti Australia,” kata Nurwahid seperti dikutip website resmi LPPOM MUI yang dipantau Mi’raj News Agency (MINA).

Dari pembedaan yang jelas tersebut, masyarakat muslim memperoleh informasi yang jelas dari produsen sehingga dapat memilih makanan yang halal dan haram.

Pameran itu diadakan sebagai bentuk nyata kerjasama MUI sebagai lembaga sertifikasi, dalam hal ini LPPOM MUI Jabar yang didukung oleh LPPOM MUI Pusat dan LPPOM MUI seluruh Provinsi di Indonesia, dengan Pemerintah daerah, dalam hal ini Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat dalam menumbuhkan kesadaran masyarakat dan para pelaku usaha  akan pentingnya konsumsi produk pangan halal. (T/P012/P02)

 Mi’raj News Agency (MINA)

 

 

 

 

 

Leave a Reply