INDONESIA BERPERAN PENTING BANTU ROHINGYA

Jakarta, 14 Jumadil Awwal/25 Maret 2013 (MINA) – Ketua Pusat Informasi dan Advokasi Rohingya-Arakan (PIARA) Heri Aryanto mengatakan, Indonesia mempunyai peran penting membantu Rohingya karena Indonesia merupakan negara mayoritas Muslim yang diharapkan dapat menjadi tempat perlindungan aman bagi komunitas Muslim di Myanmar yang sedang tertindas itu.

Indonesia menjadi salah satu tujuan pengungsi Rohingya karena sebagai negara anggota ASEAN, Indonesia sebenarnya punya peran penting membantu Rohingya” Kata Heri saat dihubungi Mi’raj News Agency (MINA) di Jakarta, Senin (25/3).

Dalam persebaran kedatangan pengungsi Rohingya di Indonesia, para pengungsi Rohingya terdampar di beberapa wilayah di Indonesia baik karena ditangkap maupun sengaja menyerahkan diri kepada pihak Imigrasi Indonesia yang wilayahnya dekat dengan Malaysia atau wilayah perbatasan.

“Persebaran kedatangan Rohingya di Indonesia memang semuanya tidak langsung melalui Myanmar menuju Indonesia tetapi ada yang melalui Malaysia,” ujar Heri.

Pengungsi Rohingya terdampar di berbagai tempat di wilayah Indonesia, antara lain di Aceh, Medan, Tanjung Pinang, Batam (Kepulauan Riau), dan ada juga yang ditemukan di Kupang, Nusa Tenggara Timur.

“Secara formal di Aceh sudah tidak ada lagi Rohingya yang ditampung karena mereka sudah dipindahkan ke Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) terdekat, antara lain Rudenim Medan-Belawan, Sumatera Utara, dan Rudenim Tanjung Pinang di Kepulauan Riau” jelas Heri.

Sementara itu, menurut Humas PIARA, Yusriadi, permasalahan terdamparnya pengungsi Rohingya di Indonesia akan terus terjadi selama kondisi keamanan Myanmar terutama di Arakan yang mayoritas penduduknya Muslim masih mencekam serta tidak adanya jaminan pengakuan yang sama dan adil terhadap warga Muslim Rohingya tersebut.

Tragedi yang terjadi di Myanmar baru-baru ini, lebih dari 40 masjid serta pemukiman Muslim dibakar di perkampungan Yamethin dalam peningkatan kekerasan anti-Muslim di Myanmar, Sabtu malam (23/3). Kekerasan yang terjadi selama tiga hari yang berkobar di kota Meiktila, 130 kilometer (80 mil) utara Naypyidaw, Rabu lalu (20/3), juga mengakibatkan setidaknya 32 orang tewas dan menghancurkan sekitar 9000 lebih unit pemukiman. Ratusan keluarga terpaksa melarikan diri dari kekerasan etnis itu.

Human Rights Watch (HRW) melaporkan, puluhan jiwa meninggal dunia, ribuan rumah terbakar, dan puluhan ribu orang kehilangan tempat tinggal mereka sejak insiden Pembantaian Muslim Rohingya di Myanmar, Juni 2012 lalu. Sementara pihak Pemerintah Myanmar tidak berbuat banyak untuk mencegah insiden itu. Bahkan pihak keamanan ikut terlibat dalam pembantaian tersebut.

Lebih maksimal Beri Bantuan

Indonesia hingga kini bukan termasuk negara anggota peratifikasi Konvensi Wina tahun 1951 tentang Status Pengungsi sehingga Indonesia tidak mempunyai kewajiban dan kewenangan untuk mengambil tindakan internasional terhadap imigran Rohingya yang masuk ke Indonesia.

Prinsip yang dianut keimigrasian Indonesia saat ini adalah orang asing yang masuk ke wilayah Indonesia harus memberikan manfaat buat Indonesia, bukan sebaliknya “menyusahkan Indonesia”.

Heri menyatakan, Indonesia hanya menampung pengungsi Rohingya saja. Hal itu diperburuk dengan pengetahuan masyarakat Indonesia yang masih sangat minim tentang kondisi komunitas Muslim Rohingya. “Indonesia seharusnya lebih maksimal lagi memberikan bantuan bagi para pengungsi Rohingya,” tambah Heri. 

Permasalahan-permasalahan yang ada tersebut tentunya menjadi permasalahan seluruh bangsa Indonesia yang harus segera ditindaklanjuti dan diselesaikan. Tidak membiarkan permasalahan mengenai Rohingya di Indonesia ini berlarut-larut. Tindak lanjut dan penyelesaian dapat dilakukan secara internal dan eksternal.

Pusat Advokasi dan Informasi Rohingya-Arakan (PIARA) memberikan sosialisasi kepada masyarakat Indonesia melalui kajian mendalam yang melibatkan ahli hukum, aktivis dan akademisi, lembaga pemerintahan yang membawahi urusan keimigrasian dan hak asasi manusia, serta dengan Komisi DPR yang membidangi urusan hukum, HAM, keamanan, dan urusan luar negeri sehingga didapatkan solusi yang efektif dalam menangani permasalahan pencari suaka dan pengungsi Rohingya di Indonesia khususnya dan imigran negara lain pada umumnya. (L/P010/P02)

Mi’raj News Agency (MINA)                                 

  

Leave a Reply