ISRAEL ANCAM LANCARKAN SERANGAN KE GAZA LAGI

Tel Aviv, 25 Rabiul Akhir 1434/7 March 2013 (MINA) – Israel mengancam akan menyerang Gaza lagi jika Gaza masih meluncurkan roket-roketnya ke wilayah kekuasaan Israel.

Hal itu diungkapkan oleh kepala militer Israel Benny Gants beberapa  waktu lalu seperti dikutip oleh alresalah.ps yang dipantau oleh Mi’raj News Agency (MINA).

Gantz  menyatakan bahwa Israel dengan angkatan bersenjatanya (IOF) akan menyerang Jalur Gaza jika ada roket yang diluncurkan lagi. “IOF akan langsung bertindak cepat. Kami tidak akan tinggal,” katanya.

Kami telah menjadi pemenang dalam perang 8 hari Hamas – Israel di Jalur Gaza pada akhir tahun 2012 lalu, tambahnya lagi. IOF mengklaim bahwa ada dua roket yang diluncurkan dari Gaza ke wilayah Israel, pada awal Maret  lalu.

Para pengamat politik berbeda pendapat ketika mengomentari kemungkinan serangan Israel ke Gaza lagi. Namun kebanyakan pengamat mengatakan bahwa Israel akan berpikir seribu kali jika ingin menyerang Gaza. Pasalnya mereka telah merasakan kekuatan Gaza dalam invasinya akhir tahun lalu.

Shaker Shabat, seorang pengamat politik Israel mengatakan bahwa roket Gaza saat ini mengalami kemajuan yang cukup pesat. Mereka bisa lolos dari iron dome dan menembus wilayah-wilayah Israel, bahkan sampai ke Tel Aviv.

Sementara itu, pengamat politik Palestina, Ahmed Saeed yakin Israel tidak akan berani menyerang Gaza dalam waktu dekat ini. Mereka sudah merasakan perlawanan Gaza pada serangan November 2012 lalu.

Dalam kesepakatan genjatan senjata Israel – Hamas yang telah disepakati, mereka sepakat untuk tidak melakukan kekerasan fisik kepada warga Israel maupun Gaza. Namun Israel melakukan pelanggaran dengan menembaki para pemancing di Laut Gaza, pada awal Maret lalu.

Sementara itu, Presiden Israel Shimon Peres yang mengatakan bahwa Israel tidak tertarik untuk melakukan konfrontasi dengan Gaza lagi. Peres menambahkan bahwa warga Israel sudah jenuh dengan ketegangan. “ mereka inngin ketenangan dan itu harus diketahui oleh setiap individu Israel,”katanya.

Namun, Peres bertentangan dengan kondisi di lapangan. Tentara penjajah itu terus saja membuat kekacauan di wilayah Palestina teru tama di Tepi Barat. Saat ini situasi di Tepi Barat belum kunjung kondusif. Warga masih melakukan demonstrasi menuntut Israel atas tahanan yang meninggal di Penjara.

Arafat Jaradat, warga Jerussalaem meninggal di penjara Israel. Dari hasil outopsi membuktikan Jaradat meninggal karena penyiksaan selama di tahanan. Banyak tulangnya yang patah dan beberapa bagian tubuh memar akibat pukulan dan hantaman benda tumpul.(T/P04/R2).

Mi’raj News Agency (MINA)

Leave a Reply