IMAM MASJID AS : ISRAEL HARUS KEMBALIKAN HAK-HAK PALESTINA

Jakarta, 14 Jumadil Awal 1434/25 Maret 2013 (MINA) – Ketua dan Imam Masjid Al Hikmah, Astoria, Amerika Serikat, Muhammad Syamsi Ali mengatakan, Israel harus mengakui Palestina sebagai negara yang berdaulat serta mengembalikan hak-hak rakyat Palestina yang telah direbut secara paksa, seperti tanah dan sarana-sarana umum serta kemerdekaan penuh.

“Israel harus mengakui Palestina sebagai negara yang berdaulat serta mengembalikan hak-hak rakyat Palestina yang telah mereka rebut paksa,” kata pria asal Bulukumba, Sulawesi Selatan itu kepada wartawan Mi’raj News Agency (MINA) usai dialog di Radio Silaturrahim, Jakarta, Ahad malam (24/3).

Dalam kesempatan itu, pria yang kini memiliki lima orang anak itu memaparkan tentang kerinduannya terhadap kemerdekaan bangsa Palestina dan Masjid Al Aqsa. Umat Islam tentunya ingin menyaksikan saudaranya di Palestina mendapatkan kemerdekaan sebagaimana layaknya umat manusia di belahan bumi yang lain.

“Umat Islam di seluruh dunia tentunya memiliki kerinduan untuk bisa melihat rakyat Palestina hidup dalam keamanan dan kedamaian seperti umat Islam yang lain,” ujar Ali.

Salah seorang tokoh yang berpengaruh di AS yang pernah berkunjung ke Palestina itu menegaskan, impian umat Islam lainnya yang tidak kalah penting adalah kerinduannya untuk bisa melaksanakan sholat di Masjid Al-Aqsa. Masjid itu saat ini berada dibawah kekuasaan pemerintah Israel yang menerapkan peraturan yang sangat ketat terhadap umat Islam yang akan melaksanakan sholat disana.

“Saya pernah berkunjung ke Ramallah, Palestina. Saya mendengar ucapan dari warga Palestina disana bahwa impian rakyat Palestina dan umat Islam seluruhnya adalah kerinduan mereka untuk bisa melaksanakan shalat di masjid Al Aqsa karena masjid itu adalah salah satu tempat mulia yang secara khusus disebutkan dalam kitab suci umat Islam serta memiliki nilai historis berupa peninggalan para nabi,” tegas Ali.

Rakyat Palestina juga ingin memiliki kebebasan untuk bisa berkunjung ke tempat saudaranya di wilayah-wilayah lain di Palestina. Saat ini, pemerintah Israel membuat tembok pemisah di wilayah-wilayah Palestina dan rakyat palestina harus melewati pemeriksaan yang sangat ketat untuk bisa melewati tembok pemisah itu.

“Rakyat Palestina sangat rindu untuk bisa bertemu dengan saudara-saudaranya di Gaza, Tepi Barat dan wilayah-wilayah lain di Palestina. Saat ini bangsa Palestina kehilangan kebebasan untuk bisa berkunjung ke tempat saudara-saudaranya di daerah lain di Palestina,” ungkap pria lulusan magister tafsir di Pakistan itu.

Kedatangan ulama besar yang sangat disegani di Amerika itu adalah dalam rangka Safari Dakwah atas prakarsa dari Dompet Dhuafa. Ia dijadwalkan akan melakukan kunjungan ke tanah minang, Sumatera Barat, Senin ini (25/3). Tujuanya adalah berbagi ilmu dan pengalaman tentang dakwahnya di negeri Paman Sam selama lebih dari 16 tahun itu.

Ismail Said selaku direktur Dompet Duafa menyatakan bahwa Dompet Dhuafa berencana untuk mendirikan pusat pendidikan Islam di Amerika agar bisa memberikan pencerahan kepada warga Amerika yang ingin mempelajari Islam serta menyantuni para mualaf di sana. (L/P04/P015/P02)

Mi’raj News Agency (MINA)

 

 

 

Leave a Reply