ISRAEL LUKAI WARTAWAN DENGAN GAS API DAN GRANAT LISTRIK

Ramallah, 26 Rabiul Akhir 1434/8 Maret 2013 (MINA) –  Pasukan Israel menembakkan gas api dan granat listrik untuk engusir  jurnalis yang meliput demonstrasi yang terjadi di desa Ubud, dekat penjara Ofer, Ramallah pada Kamis(7/3).

Pasukan Israel mengusir para wartawan yang meliput aksi tersebut dengan memprovokasinya terlebih dahulu. Tidak segan-segan mereka merampas kamera dan melukai wartawan dengan senjatanya.

“Mereka mengusir kami dengan menyemprotkan gas api dan menembakkan granat kearah kami. Namun teman-teman wartawan yang tetap berada di lokasi, mendapatkan perlakuan yang tidak manusiawi,” ungkap salah seorang wartawan Maannews.com

“Mula –mula pasukan Israel meminta para wartawan untuk mundur sejauh60 meter dari lokasi demonstrasi, Namun ketika kami sudah mundur, mereka menembakkan gas api dan granad kepada kami, maupun kepada para demonstran” tambahnya.

Akibat dari kejadian itu, puluhan wartawan dan demonstran mengalami luka-luka dan menderita sesak nafas. Mereka yang terluka segera dilarikan ke rumah sakit.

Menurut data, ada dua wartawan Ma’an yang mengalami luka-luka. Seorang reporter Sky News dan seorang juru kamera untuk Russia Today juga mengalami luka serius dan saat ini mendapatkan perawatan medis  di rumah sakit Ramallah.

Wartaawa dari Van TV, dan dua wartawan TV Palestina juga harus dirawat di rumah sakit akibat aksi brutal pasukan penjajah Israel tersebut.

“Dari para demonstran, tidak ada satupun dari mereka yang melemparkan batu ke arah tentara Israel. Demo semula berjalan tertib. Namun suasana menjadi tak terkendali setelah pasukan Israel melakukan aksi terlebih dahulu, “kata wartawan RT TV Rusia, Yafa Staiti.

Menurut rencana, masa akan kembali melakukan aksi demo  pada Jumat (8/3)setelah sholat jum’at dengan jumlah masa yang  lebih banyak. Sementara itu, dari pihak pasukan Israel tidak memberikan komentar mengenai kejadian tersebut.

Ratusan demonstran menggelar aksinya menuntut pembebasan tahanan yang sudah lebih dari dua pekan melakukan aksi mogok makan. Saat ini terdapat lebih dari 4500 warga Palestina yang berada di dalam penjara Israel. Lebih dari 2000 tahanan melakukan aksi mogok makan sejak beberapa pekan lalu. Mereka ditahan tanpa sangkaan yang jelas, belum ada proses hukum terhadap mereka dan tidak ada batas waktu yang jelas kapan mereka akan dibebaskan.(T/P04/R2).

Mi’raj News Agency (MINA)

 

Leave a Reply