ISRAEL PERKETAT PENJAGAAN PADA AL-AQSA

Yerusalem, 15 Jumadil Awal 1434/26 Maret 2013 (MINA) – Direktur Masjid Al-Aqsa Senin kemarin mengatakan bahwa Israel memperketat penjagaan pada tempat suci umat Islam di Yerusalem itu.

Pasukan Israel telah merampas kunci gerbang Maroko untuk memungkinkan ekstremis pemukim Yahudi mengakses kompleks masjid tersebut, kata Sheikh Najih Bkeirat kepada Ma’an, seperti dikutip MINA (26/3). 

Israel telah memberlakukan peraturan ketat terhadap masuknya jamaah masjid Al Aqsa dan melarang beberapa warga yang akan masuk, kata ulama dan direktur Al Aqsa, Bkeirat. 

“Tiga puluh lima hari setelah saya dilantik sebagai direktur Masjid Al Aqsa, saya dilarang masuk ke Al Aqsa meskipun secara de fakto bahwa pengangkatan itu dibuat oleh kementerian Yordania. Israel gagal mencegah keputusan tersebut sehingga mereka kemudian melarang saya masuk ke masjid Al Aqsa.” 

Pemerintah Israel mengklaim kehadiran Bkeirat itu menjadi ancaman bagi keamanan Israel dan menurut laporan rahasia Israel telah membuktikan bahwa dia menghalangi pekerjaan polisi Israel di kompleks masjid tersebut. 

“Saya menerima enam bulan larangan yaitu dari 3 Maret sampai  3 September, saya tidak boleh mendekati Al Aqsa, maksimal jarak saya 20 meter dari Masjid Al-Aqsa, kata Bkeirat.”

“Mereka tidak bisa melarang saya, mereka tidak bisa melarang 300 karyawan yang bekerja di Masjid Al-Aqsa dan aktivis disana, Bkeirat menambahkan”. 

Sejak tahun 2004, 217 warga Palestina telah dideportasi dari Masjid Al-Aqsa, 65 siswa dan guru dideportasi dalam satu hari dan 35 lainnya dideportasi pada hari yang berikutnya. 

Sheikh Bkeirat telah bekerja untuk kementerian Palestina endowment sejak tahun 1977.  Dia telah dilarang dari Masjid Al-Aqsa tujuh kali sejak 2003. 

Pada 2000 dan 2004 ia tidak diizinkan untuk bepergian ke luar negeri dan Israel melarangnya berbicara kepada media sepanjang tahun 2012.

Bkeirat mengatakan dia akan menentang larangan baru tersebut. “Saya akan menentang keputusan Israel, dan menanggung konsekuensinya.” (T/P015/R2).

Mi’raj News Agency (MINA

Leave a Reply