ISRAEL PERPANJANG PENAHANAN ANGGOTA DPR PALESTINA

Gaza City, 23 Rabiul Akhir 1434/5 Maret 2013 (MINA) – Pemerintah Israel pada Senin (4/3) memperpanjang penahanan tarhadap Issa al-Jabari untuk satu bulan kedepan, tanpa proses pengadilan terledih dahulu.

Pasukan Israel menangkap al-Jabari pada Mei 2011. Dia ditahan tanpa tuduhan yang jelas dan sampai sekarang belum pernah di ajukan ke pengadilan mengenai apa kesalahan yang telah ia perbuat. Occupiedpalestine melaporkan, yang dipantau oleh Mi’raj News Agency (MINA).

Sebelumnya, Al-Jabari pernah ditangkap oleh penjajah Israel pada musim panas 2006. Ketika itu, pasukan Israel melakukan operasi penangkapan para pejabat Hamas setelah beredar isu bahwa ada seorang tentara Israel yang hilang dan dikabarkan ditawan oleh para aktifis Hamas.

Karena tidak ada bukti yang menguatkan mereka, Al-Jabari kemudian dibebaskan pada bulan Maret 2010 setelah selama 4 tahun hidup di dalam penjara Israel.

Al-Jaabari sebelumnya pernah terpilih menjadi anggota Dewan Legislatif Palestina pada pemilu  tahun 2006 yang pada saat itu dimenangkan oleh faksi Hamas.

Pada 21 Februari 2013 lalu,  pemerintah Israel juga memperpanjang penahanan anggota DPR Palestina lainnya, Fathi Qraawi. Ia ditangkap Israel 24 November 2011 lalu dan ditahan di penjara Megido, Israel.

Israel mengatakan Qraawi diperpanjang penahanannya untuk tiga bulan kedepan. Namun mereka tidak menjelaskan lebih lanjut kesalahan apa yang telah ia perbuat dan sampai saat ini belum ada proses pengadilan terhadapnya.

Keluarga Hazem Qraawi, mengatakan kepada Al Quds Press bahwa pelepasan Qraawi seharusnya dilakukan Senin (4/3) kemarin, tetapi Israel memperpanjang masa penahanan lagi. Jumlah total anggota DPR Palestina yang saat ini ditahan di penjara-penjara Israel bejumlah 15 orang. 12 di antaranya adalah anggota Gerakan Perlawanan Islam (Hamas), dua anggota parlemen dari Fatah, seorang lagi adalah Sekretaris Jenderal Front Pembebasan Palestina(PFLP), Ahmed Saadat.

Beberapa badan HAM PBB juga telah mengungkapkan bahwa Israel telah berulang kali melakukan pelanggaran HAM dengan melakukan penagguhan pembebasan para tahanan mereka tanpa alasan yang kuat  dan tanpa proses pengadilan sesuai hokum internasional.

Osama Makboul, seorang pengacara yang juga merupakan anggota badan HAM PBB itu menjelaskan bahwa komandan militer Israel mengeluarkan perintah atas permintaan badan intelijennya MOSSAD untuk menangkap para anggota parlemen Palestina. Perintah penangkapan serupa juga dikeluarkan untuk seorang dosen dan pemimpin Hamas Dr Mohammed Ghazal. Menurut Makboul, ia ditangkap pada 7 Desember 2011 lalu, .

Dr Ghazal (55) adalah salah seorang profesor di Najah University, Ia telah menjadi guru besar di Fakultas Teknik sejak tahun 1981. Sudah banyak karya ilmiah dan buku-buku hasil tulisannya yang telah diterbitkan.

Penjajah Israel telah melanggar janji mereka untuk melepaskan para tahanan jika memang tidak ada kesalahan yang mereka perbuat. Tetapi masyarakat internasional bias melihat sekarang bahwa Israel tidak melepaskan denagn terus menahan mereka tanpa kesalahan dan proses pengadilan.(T/P04/R2).

Mi’raj News Agency (MINA)

Leave a Reply