ISRAEL REBUT TANAH DI BETHLEHEM

Bethlehem, 15 Jumadil Awwal 1434/27 Maret 2013 (MINA) – Otoritas Israel mengeluarkan perintah militer untuk mengambil alih puluhan dunum tanah milik rakyat Palestina dari desa Nahhalin, dekat Bethlehem.

Perampasan tanah tersebut untuk kepentingan pembangunan 70 unit rumah baru permukiman Yahudi, kta seorang pejabat setempat kepada kantor berita WAFA Selasa kemarin seperti di pantau oleh MINA (27/3).

Wakil Kepala desa Jamal Najajreh mengatakan “tanah yang dipenuhi dengan pohon-pohon zaitun, dan semua diperkirakan puluhan dunum (1 dunum = 100 meter persegi) yang terletak di sebelah barat desa, dekat dengan pemukiman ilegal Yahudi, Bitar Ellit”.

Dia menambahkan bahwa Israel berencana membangunan 70 unit rumah dan gedung-gedung publik, seperti yang telah diumumkan oleh pemerintah Israel.

Tujuanya adalah untuk menghubungkan permukiman ilegal Bitar Ellit dengan permukiman illegal terdekatnya Jv’ot, yang kemudian akan menambah terhimpitnya desa-desa warga palestina dan merampas sejumlah sumber penghidupan mereka.

Njajreh meminta semua lembaga dan organisasi kemanusiaan di dunia untuk segera turun tangan untuk menghentikan keputusan yang sewenang-wenang itu, karena akan memperburuk kondisi desa tersebut, dan akan membuat kehidupan mereka seperti hidup di dalam penjara besar yang dikelilingi oleh pemukiman-permukiman ilegal.

Pada tahun lalu, tepatnya 7 November 2012, Militer Israel memberitahu penduduk desa al-Fraides, sebelah timur Betlehem, mengenai pengambil alihan daerah bagian otoritas Palestina itu dengan dalih keperluan militer.

Pemberitahuan itu mereka tancapkan di tanah di daerah tersebut oleh tentara Israel, sebagai pemberitahuan bahwa tentara Israel berniat untuk merebut puluhan dunum tanah mereka.

Sementara itu, pemukim Zionis Israel yang dilindungi oleh tentara Israel, meratakan 1700 dunum tanah pertanian milik warga Palestina di daerah selatan Betlehem, sebagai awal pengambil alihan tanah di daerah dekat Bethlehem itu. 

Di Jenin, Pasukan Israel merampas tanah seorang pria Palestina seluas 3.000 meter persegi yang terletak di dekat pos pemeriksaan al-Jalama di utara Jenin, di ujung sebelah utara Tepi Barat. 

Wali kota al-Jalama, Khalid Abu Farha, mengatakan “Mereka menggunakan alasan yang lemah, Ketika pos pemeriksaan didirikan pada tahun 2006, Israel menyita 12.000 meter persegi lahan pribadi al-Jalama. Sebelum itu, mereka juga menyita 360.000 meter persegi dengan membangun tembok pemisah”

Abu Farha menekankan bahwa sejak tahun 1948, pasukan Israel telah menyita sekitar 80 persen dari tanah al-Jalama yang di total sekitar 2.500 hektar. (T/P015/R2).

Mi’raj News Agency (MINA)

Rate this article!

Leave a Reply