ISRAEL TANGKAP PEMIMPIN HAMAS

Hebron, 17 Jumadil Awwal 1434/27 Maret 2013 (MINA) – Tentara Israel menangkap lima pemimpin Hamas di serangan sebelum fajar pada Rabu (27/3) di kota Hebron, termasuk Member of  Parliament (MP) Mohammed Jamal Al-Natsheh.

Sumber-sumber lokal mengatakan tentara Israel menyerbu rumah MP sebelah selatan Hebron dan menggeledah serta menyita ponsel dan komputer sebelum menangkap anggota parlemen, palestine-info yang dipantau MINA melaporkan.

Istri Dr Amjad Al-Hammouri, seorang pemimpin Hamas, mengatakan tentara Israel masuk ke rumah mereka di Hebron pusat dan benar-benar mnggeledah sebelum membawa suaminya.

Sumber yang dekat dengan Sheikh Al-Abdulkhaleq Natsheh, seorang pemimpin Hamas, mengatakan tentara Israel mengepung rumahnya di pinggiran Hawooz dan menangkapnya.
Sheikh Natshe dibebaskan dari penjara Israel pada 28/3/2012 setelah dipenjara sepuluh tahun.
 
Tentara Israel juga menahan Jawad Al-Jabari, yang merupakan tahanan merdeka, dan Sheikh Tahseen Shawer, manajer administrasi di Badan Amal Islam Hebron, yang juga seorang mantan tahanan. Israel meningkatkan penangkapan anggota Hamas di Tepi Barat sebagai bagian untuk mencegah kenaikan intensitas konflik yang rendah dan kerusuhan sipil menjadi pemberontakan.

Hamas memiliki 74 anggota di Dewan 132-kursi Legislatif Palestina, yang berbasis di Ramallah. Mohammad telah sasaran penangkapan sejak 1988, ketika ia pertama kali ditangkap. Setelah penangkapan itu, ia berulang kali ditangkap dan menghabiskan waktu yang bervariasi dalam penahanan, termasuk periode enam bulan di bawah penahanan administratif.

Sampai saat ini, jumlah total waktu yang telah dihabiskan di penjara Israel adalah 13 tahun. Selain itu, pada tanggal 5 Oktober 1998, Mohammad ditahan oleh Otoritas Palestina dan menghabiskan satu tahun di penjara. Dia kemudian dipaksa untuk tetap berada di bawah tahanan rumah di Ramallah selama sekitar tiga tahun.

Pada tanggal 17 Juli 2002, Mohammad sekali lagi ditangkap oleh Tentara Israel dan dijatuhi hukuman delapan setengah tahun di penjara. Selama periode ini, ia menghabiskan empat tahun dalam isolasi. Dia dibebaskan dari isolasi dan dari penjara pada tanggal 12 September 2010.

Selama periode ini, ia dipindahkan ke beberapa penjara, meskipun kondisi isolasi di masing-masing penjara serupa. Muhammad dilarang dari interaksi sosial, seperti kunjungan keluarga dan hubungan dengan tahanan lainnya dilarang.

Pusat Ahrar untuk studi Tahanan dan hak asasi manusia mengecam keras kampanye penangkapan sewenang-wenang oleh tentara Israel terhadap para pemimpin kota Hebron.

Pusat mengatakan dengan penahanan MP Mohammad Jamal Al-Natsheh, jumlah anggota parlemen di penjara-penjara Israel yang ditahan sejak awal tahun 2013 menjadi 4 anggota parlemen, diidentifikasi sebagai MP Mohammad Attal, MP Ahmad Attoun, Hatem Qafishah dan hari ini MP Mohammad al natsheh.

Direktur dari pusat Ahrar Fuad Al-Khuffash, mengatakan tentara pendudukan sengaja menangkap mantan tahanan khususnya para pemimpin dan anggota parlemen dari Hamas di Barat untuk membatasi dan mencegah setiap kegiatan gerakan di Tepi Barat, serta untuk mencegah dan mengganggu setiap pencapaian dalam setiap langkah di dalam rekonsiliasi nasional Palestina.

Al-Khuffash menyerukan perlunya untuk bekerja melepaskan 14 anggota parlemen yang tidak mendapatkan hak demokrasi mereka di Dewan Legislatif, ditambah tiga menteri. (T/P011/R2).

Mi’raj News Agency (MINA)

Rate this article!

Leave a Reply