ISRAEL TELAH HANCURKAN 1124 RUMAH DI JERUSSALEM TIMUR

Jerussalem, 18 Jumadil Awal 1434/30 Maret 2013 (MINA) – Pemerintah penjajah Israel tercatat telah menghancurkan sedikitnya  1124 rumah milik warga Palestina di di wilayah Jerussalem Timur saja. Tidak hanya itu, mereka juga mengusir seluruh penghuni rumah tanpa adanya kompensasi yang diberikan kepada mereka.

Hal ini di ungkapkan oleh Biro Pusat Statistik Palestina (Palestinian Central Bureau of Statistics PCBS) dalam sebuah konferensi pers dan situs resminya  pada Kamis (28/3), dalam rangka menyambut  Hari Tanah Dunia setiap pada 30 Maret.

Sejak tahun 2000, organisasi ini mulai bekerja dan mencatat pelanggaran-pelanggaran yang dilakukan oleh penjajah Israel di tanah Palestina, khususnya di wilayah Jerussalem. PCBS juga melaporkan bahwa pemerintah Israel mempersulit ijin pendirian dan renovasi bangunan bagi warga Jerussalem yang saat ini masih bertahan di wilayah tersebut.

Hal yang sama jiga diungkap oleh Al-Maqdisi Institute. Lembaga tersebut melaporkan bahwa antara tahun 2000 sampai 2012, sebanyak 1.124 rumah dan bangunan dihancurkan di Yerusalem Timur (daerah yang dicaplok oleh penjajah Israel sejak tahun 1967). Hal ini telah mengakibatkan perpindahan penduduknya sebanyak 4.966 orang, termasuk 2.586 anak dan 1.311 wanita.

Total kerugian dari penghancuran bangunan Palestina di wilayah Yerusalem Timur itu adalah lebih dari tiga juta dolar.

Sebuah organisasi HAM PBB yang berkedudukan di Israel juga melaporkan bahwa pemerintah Israel telah menghancurkan  sedikitnya 25.000 rumah milik rakyat Palestina sejak tahun 1967.

Lembaga tersebut juga mencatat bahwa pada tahun 2009, terjadi 49 kasus penghancuran rumah serta pengusiran para penghuninya di Jerussalem Timur. Sedangkan pada tahun 2010 jumlah ini meningkat menjadi 70 kasus. 20 kasus pada tahun 2011 dan 14 kasus pada tahun 2012.

PCBS menjelaskan bahwa saat ini Zionis Israel telah menguasai lebih dari 85% tanah di wilayah Jarussalem Timur.

Organisasi HAM PBB mengutuk keras penghancuran berkelanjutan terhadap rumah rakyat Palestina yang dilakukan oleh Israel.  Hal itu jelas sebagai melanggar hukum internasional, dan Amnesty International yang menyatakan bahwa pemerintah Israel benar-benar merebut properti milik rakyat Palestina yang digunakan untuk perluasan permukiman mereka.

Yerusalem atau lebih dikenal dengan sebutan Al-Quds itu terdiri atas Jerussalem Timur dan Tengah yang merupakan kota suci bagi agama Islam, Kristen dan Yahudi. Kota ini diklaim sebagai ibukota Israel, meskipun tidak diakui secara internasional, karena wilayah tersebut menjadi  bagian dariPalestina. Secara de facto kota ini dikuasai oleh penjajah Israel. Para elit Israel menganggap kota suci ini adalah bagian dari negaranya dan itu adalah bentuk ideologi  Zionisme. Dari semua negara yang memiliki hubungan diplomatik dengan Israel, hanya Kosta Rika dan Elsavador saja yang menempatkan kedutaan mereka di Yerusalem. (T/P04/R2).

Mi’raj News Agency (MINA)

 

Leave a Reply