MUSLIM MESIR RENCANAKAN PENDIRIAN MEDIA ISLAMI

Kairo, 18 Jumadil Awwal 1434/30 Maret 2013 (MINA) – Jamaah Islamiyah Mesir dan sayap politiknya, Partai Konstruksi dan Pembangunan, mengusulkan pendirian saluran satelit dan surat kabar baru untuk melawan media anti-Islam yang mendominasi pemberitaan Mesir saat ini.

“Sebuah kewenangan media akan didirikan untuk menyatukan partai-partai dan Jamaah Islamiyah dalam menyatukan wacana-wacana Islam, dan untuk menghadapi media anti Islam yang memberikan rumor tidak benar tentang Islam selama ini,“ kata Jubir partai Konstruksi dan Pembangunan, Khaled Sherif, menurut Egypt Independent yang dipantau MINA.

Media tersebut akan dibiayai pengusaha Muslim dan berkolaborasi dengan anggota Ikhwanul Muslimin serta beberapa partai Islam lainnya, kata Sherif.

Sherif menambahkan inisiatif serupa sudah dilaksanakan di Turki, didanai pengusaha Muslim yang memiliki minat khusus dalam pendanaan platform media Islam. Investasi di media Islam akan memberikan liputan berita yang lebih seimbang dan mengurangi serangan media terhadap Islam, Sherif menegaskan.

“Peristiwa  yang terjadi akhir-akhir ini belum memberi kami kesempatan untuk mengatur lebih lanjut. Namun, kami akan mengimplementasikan inisiatif  ini dalam beberapa hari mendatang, menyusun sebuah piagam media terhormat dan meminta agar hukum ditegakkan untuk beberapa lembaga media yang sumber keuangannya diragukan,” ujar Sherif.

Juru bicara Jamaah Islamiyah, Muhamad Hassan, menambahkan telah ada upaya awal untuk memulai platform media Islam tersebut. Namun, dana selalu menjadi penghambat.

“Media yang dibiayai otoritas lokal dan asing menciptakan apa yang disebut ‘perang keempat’, sehingga Mesir tidak akan mencapai kemajuan politik atau ekonomi,” ujar Hassan.

Sejalan dengan pengumuman Jamaah Islamiyah, reformasi pasukan komite Daqahlia yang terdiri dari wakil-wakil dari lima partai Islam yang berbeda, mengatakan juga akan membangun tiga saluran TV satelit dan dua surat kabar untuk melawan media sekuler anti-Islam.

Komite itu mengadakan pertemuan ketiga di Mansoura pada Rabu untuk berkoordinasi melawan upaya premanisme pihak liberal dan sekuler terhadap Islam.

Sumber yang menghadiri pertemuan itu mengatakan anggota komite menyatakan kemarahan mereka terhadap liputan bias media tentang protes dan bentrokan yang akhir-akhir ini terjadi. Mereka Presiden Mohamed Mursi mengakhiri praktek media anti-Islam dan menuntut saluran  serta surat kabar untuk kebohongan yang disebarkan.(T/P03/R2).

Mi’raj News Agency (MINA)

Leave a Reply