JOHN KERRY ADAKAN KUNJUNGAN DADAKAN KE KABUL

Kabul, 15 Jumadil Awwal 1434/26 Maret 2013 (MINA) – Menteri Luar Negeri AS, John Kerry tiba di Kabul pada kunjungan mendadak dan akan mengadakan pembicaraan dengan Presiden Afghanistan, seorang pejabat mengatakan.

Kerry tiba di Kabul pada Senin untuk kunjungan 24 jam dan akan membahas sejumlah masalah dengan presiden Afghanistan Hamid Karzai, termasuk pembicaraan rekonsiliasi dengan kelompok oposisi, menurut pejabat itu.

“Dia akan memperjelas bahwa AS akan memiliki komitmen yang abadi di Afghanistan yang akan berlangsung melampaui masa transisi dan akan ada yang selalu hambatan di jalan,” kata pejabat itu.

Mereka juga akan membahas pemilu mendatang dan peralihan tanggung jawab keamanan kepada pasukan Afghanistan saat pasukan asing bersiap untuk meninggalkan. 

Aljazera melaporkan seperti yang dikutip Mi’raj News Agency (MINA), kunjungannya bertepatan dengan penyerahan sebuah pusat penahanan utama untuk pejabat Afghanistan.

Kunjungan pada 25 Maret itu adalah untuk pertama kalinnya sejak ia menjadi menteri luar negeri dan datang mempersiapkan diri untuk menarik sebagian besar pasukan AS dan asing lainnya pada akhir 2014. 

Sebuah kesepakatan tentang penyerahan para tahanan, yang terletak di dalam kompleks lapangan udara Bagram besar, diumumkan pada 23 Maret. Penyerahan awalnya dijadwalkan 9 Maret, namun ditunda karena Washington dan Kabul tidak bisa mencapai kesepakatan tentang penanganan narapidana yang dipandang berbahaya oleh pasukan AS. 

The New York Times melaporkan, sejak saat itu, AS telah menerima kepastian bahwa tahanan AS diancaman tidak akan dibebaskan. Fasilitas ini sedang berganti nama menjadi Fasilitas Penahanan di Parwan Nasional Afghanistan. Pada upacara serah terima, Dunford menyatakan bahwa kehadiran militer AS di Afghanistan tidak akan berakhir sepenuhnya setelah 2014. 

“Jangan ada keraguan, transformasi bagi mereka yang mengenakan seragam AS tidak berarti akhir dari misi atau ditinggalkan. Misi kami berubah, namun komitmen kami adalah abadi,” katanya.

Setelah 2014, pemimpin NATO mengatakan, sisa pasukan diharapkan fokus pada pelatihan dan menasihati pasukan Afghanistan serta misi kontraterorisme sebagai target Al-Qaeda.

Kerry terbang ke Afghanistan dari Amman, Yordania, di mana ia menghabiskan malamnya setelah mengunjungi Irak pada Minggu. Di Baghdad, Kerry bertemu perdana menteri Irak, Nouri al-Maliki, untuk terus memberikan akses Iran sebagai wilayah udaranya dan mengatakan perilaku Irak memunculkan pertanyaan tentang keandalannya sebagai mitra.

Sebelum meninggalkan Amman untuk Kabul, Kerry bertemu dengan panglima militer Pakistan, Jenderal Ashfaq Parvez Kayani.(T/P08/R2)

Mi’raj News Agency (MINA)

Leave a Reply