JOHN KERRY BAHAS KRISIS SURIAH DENGAN PARA PEMIMPIN TURKI

Washington, 20 Rabiul Akhir 1434 H/2 Maret 2013 (MINA) – Mentri Luar Negri AS John Kerry mengadakan pembicaraan dengan para pemimpin Turki di Ankara mengenai krisis di Suriah, di tengah pertempuran sengit di dua kota utama Suriah dan serangan rudal Scud di perbatasan Irak.

Dalam konferensi pers bersama dengan Menlu Turki Ahmet Davutoglu pada hari Jumat, Kerry mengatakan mereka berdua telah membahas bagaimana masyarakat internasional bisa datang bersama dalam upaya untuk membuat transisi politik di Suriah.

“Kita perlu terus bekerja untuk memastikan bahwa rezim Presiden Bashar al-Assad membuat satu pilihan yang berbeda,” kata Kerry.

“Menteri Davutoglu dan saya, bersama dengan mitra kami, percaya bahwa tidak ada legitimasi dalam rezim yang melakukan kekejaman terhadap rakyatnya sendiri.”

Kerry juga dijadwalkan bertemu dengan Presiden Turki Abdullah Gul dan Perdana Menteri Recep Tayyip Erdogan.

Pembicaraan itu muncul sehari setelah AS mengumumkan bahwa mereka untuk pertama kalinya memberikan bantuan langsung kepada oposisi Suriah dalam bentuk pasokan makanan dan medis senilai  60 juta dollar.

Rusia telah mengkritik keputusan tersebut, mengatakan bantuan yang dijanjikan hanya akan semakin mengintensifkan konflik yang telah berlangsung hampir dua tahun.

Pertemuan Kerry di Ankara dibayangi oleh ketegangan baru antara Turki dan Israel, dua sekutu utama AS, menyusul komentar Erdogan yang dibuat awal pekan ini, yang menandai Zionisme sebagai “kejahatan terhadap kemanusiaan”.

Perbedaan AS – Turki

Turki pernah menjadi sekutu dekat Suriah, Turki sendiri telah bergabung dengan AS dalam kampanye untuk menggulingkan rezim Assad dan telah memberikan hampir 200.000 tenda pengungsi bagi oposisi Suriah di sepanjang perbatasan volatile. Namun demikian, Turki dan AS berbeda mengenai bagaimana mendukung oposisi Suriah.

“Kerry mengumumkan telah memberikan puluhan juta dolar bantuan untuk oposisi tetapi terbatas pada obat-obatan dan makanan” menurut sumber Al Jazeera yang dikutip oleh MINA.

Turki ingin AS untuk melakukan  lebih banyak hal daripada member bantuan itu. Turki ingin ada zona penyangga di utara Suriah yang berbatasan dengan Turki untuk melindungi orang-orang yang ingin menyelamatkan diri dari pertempuran.(T/P05/R2).

MI’RAJ NEWS AGENCY (MINA)

Leave a Reply