KARZAI ADAKAN PEMBICARAAN PERDAMAIAN TALIBAN DI QATAR

Kabul, 13 Jumadil Awal 1434/25 Maret 2013 (MINA) – Hamid Karzai, Presiden Afghanistan, dijadwalkan melakukan perjalanan ke Qatar dalam beberapa hari untuk mengadakan perundingan perdamaian dengan Taliban, kata kementerian luar negeri Afghanistan.

Perjalanan Karzai, diumumkan pada Minggu (24/3), akan menjadi pertama kalinya kepala negara Afghanistan yang melakukan perjalanan ke Qatar untuk membahas proses perdamaian dan datang setelah bertahun-tahun diskusi terhenti antara Afghanistan, Amerika Serikat, Pakistan dan Taliban, sebagaimana yang dilaporkan oleh Aljazera yang dipantau oleh MINA.

Pengumuman ini dibuat beberapa jam setelah masalah pelik antara hubungan AS-Afghanistan untuk mengontrol Afghanistan dari kelompok tahanan di kompleks militer Bagram yang diselenggarakan oleh pasukan AS tampaknya diselesaikan pada Sabtu.

Perjalanan Karzai ke Qatar diumumkan oleh Janan Mosazai, juru bicara di kementerian luar negeri Afghanistan.

Sementara Presstv melaporkan kantor Karzai mengumumkan pada Februari bahwa ia tidak akan mengadakan pembicaraan dengan kelompok militan kecuali Qatar dan menghasilkan memorandum yang menyatakan bahwa kantor Taliban tidak akan digunakan untuk tujuan politik.

 “Kantor ini digunakan hanya untuk pembicaraan antara pemerintah Afghanistan dan Taliban. Kantor ini tidak boleh digunakan untuk tujuan lain, “kata kantor kepresidenan Afghanistan.

Karzai diperkirakan akan melakukan perjalanan ke Qatar dalam waktu seminggu, seorang pejabat senior Afghanistan berbicara dengan syarat anonim mengatakan kepada kantor berita Reuters.

AS mengatakan pihaknya akan mendukung mendirikan kantor di negara Teluk di mana perundingan damai antara Taliban dan Afghanistan bisa terjadi.

“Kami menyambut dan mendukung penuh kunjungan Presiden Karzai ke Qatar sebagai tanda hubungan baik antara kedua sekutu AS,” kata Caitlin Hayden, juru bicara Gedung Putih Dewan Keamanan Nasional.

“Presiden dan para pemimpin dunia lainnya terus memanggil oposisi bersenjata Afghanistan untuk bergabung dengan proses politik.”

Ketegangan tinggi

Pengumuman pada Minggu kemarin muncul beberapa minggu setelah Karzai menyampaikan pidato yang berapi-api selama kunjungan pertama ke Afghanistan oleh Chuck Hagel, Menteri Pertahanan AS. Dalam pidato itu, Karazi menuduh Washington mengadakan dengan Taliban di belakang pemerintah Afghanistan.

Mosazai juga menegaskan pada Minggu kesepakatan yang dicapai pada pengalihan tahanan yang ditahan di fasilitas penahanan militer di Bagram di provinsi Parwan di utara Kabul.

Masalah tahanan di Bagram telah menjadi tekanan dalam hubungan Karzai dengan Washington. Sebuah upacara resmi memindahkan para tahanan ke tahanan terakhir Afghanistan yang runtuh dua pekan lalu setelah Karzai menolak bagian dari kesepakatan.

Pasukan Amerika mengontrol wilayah penjara yang berdekatan dengan kompleks militer Bagram, yang memegang belasan pejuang Taliban yang dianggap oleh AS menimbulkan ancaman paling parah.

Washington khawatir Afghanistan dapat melepaskan beberapa orang ketika kontrol penjara diserahkan.(T/P08/R2)

Mi’raj News Agency (MINA)

 

Leave a Reply