KARZAI DESAK PAKISTAN TINGKATKAN PERANG TERHADAP TERRORISME

       Kabul, 24 Rabiul Akhir 1434/6 March 2013 (MINA) – Presiden Afghanistan Hamid Karzai telah mengkritik pemerintah Pakistan karena tidak berbuat banyak untuk memerangi terorisme, karzai mengatakan terorisme adalah musuh bersama dari kedua Negara tersebut.

       Karzai membuat pernyataan dalam konferensi pers bersama SekJen NATO Anders Fogh Rasmussen hari Senin kemarin di Kabul, demikiian laporan Press TV seperti dikutip oleh Mi’raj News Agency (MINA).

       “Afghanistan menginginkan perjuangan sejati melawan terorisme dan menginginkan pemerintah Pakistan untuk menyadari bahwa bangsa kita sama-sama terbakar oleh api yang sama,” kata pemimpin Afghanistan tersebut.

        “Pemerintah Pakistan memiliki peran penting untuk memadamkan api ini,” tambah Karzai.

        Karzai baru-baru ini juga mengkritik pernyataan seorang ulama Pakistan terkemuka yang mendukung serangan yang dilakukan Taliban terhadap pasukan Amerika di Afghanistan.

       Ulama Tahir Mehmood Ashrafi dari Dewan Ulama Pakistan mengatakan dalam sebuah wawancara televisi pekan lalu bahwa serangan terhadap pasukan asing di Afghanistan adalah sah karena pasukan Amerika adalah penjajah yang telah menduduki negara itu.

        “Kami melihat bahwa langkah-langkah yang tidak praktis diambil untuk memerangi terorisme,” kata Karzai, dia menambahkan bahwa serangkaian serangan di Pakistan baru-baru ini menunjukkan bahwa negara tersebut sedang dalam kekacauan.

        Kepala NATO juga menyerukan Pakistan untuk meningkatkan perjuangan mereka melawan terorisme dan ekstremisme.

        “Kami telah berulang kali mendesak pemerintah Pakistan dan militer Pakistan untuk meningkatkan perang melawan terorisme dan ekstremisme di wilayah perbatasan antara Pakistan dan Afghanistan. Kita membutuhkan keterlibatan positif dari Pakistan jika kita ingin memastikan perdamaian jangka panjang,” kata Rasmussen .

        Sebelumnya Karzai juga mengatakan bahwa ancaman terbesar ke Afghanistan bukanlah Taliban namun campur tangan kekuatan pasukan asing.

        Amerika Serikat menginvasi Afghanistan pada Oktober 2001 dengan dalih memerangi terorisme. Ofensif tersebut berhasil menggulingkanTaliban dari kekuasaan, tapi ketidakamanan terus meningkat di seluruh negeri meskipun adanya kehadiran ribuan tentara asing pimpinan Amerika. (T/P015/E1)

Mi’raj News Agency (MINA)

Leave a Reply