KARZAI KUTUK NATO ATAS PEMBUNUHAN ANAK AFGHANISTAN

Afghanistan, 22 Rabiul Akhir 1434/4 Februari 2013 (MINA) – Presiden Hamid Karzai mengutuk serangan helikopter NATO yang merenggut nyawa dua anak di Afghanistan bagian tengah.

Dua anak laki-laki Afghanistan tersebut masih berusia di bawah tujuh tahun, ditembak mati di provinsi Uruzgan. Mereka sedang mengumpulkan kayu bakar dan merawat ternak di daerah tersebut, pada Kamis lalu.

“Pemerintah telah berulang kali menekankan bahwa perang melawan terorisme tidak dapat dilakukan di rumah-rumah dan desa-desa di Afghanistan, melainkan di tempat-tempat persembunyian mereka dan tempat berlindung yang aman di luar perbatasan kita,” kata Karzai (3/3) seperti dilansir Press TV yang dipantau oleh MINA.

Presiden Afghanistan sekali lagi menyerukan untuk mengakhiri bertambahnya korban sipil oleh pasukan asing di negara yang dilanda perang ini.

Meskipun Gubernur Uruzgan Amir Mohammad Akhundzada awalnya mengatakan tentara Australia berada di balik kematian itu, juru bicaranya Abdullah Hemat hari Ahad kemarin mengatakan bahwa tidak jelas apakah anak-anak dibunuh oleh Australia atau Amerika.

Sementara pada hari Sabtu sebelumnya Pasukan Bantuan Keamanan Internasional (ISAF) mengatakan tentara Australia bertanggung jawab atas pembunuhan tersebut.

Sedangkan Kepala militer Australia Jenderal David Hurley pada hari Ahad mengatakan dia sangat menyesalkan kematian dua anak itu tetapi dia mengatakan bahwa terlalu dini untuk mengatakan siapa yang bertanggung jawab.

Seorang juru bicara untuk pasukan asing di Afghanistan mengatakan bahwa anak-anak tersebut disangka militan Taliban.

Austarlia Mengelak

Hurley mengatakan “Tentara Operasi khusus Australia berada di lapangan dan sedang melakukan patroli rutin penghubung ketika penembakan itu terjadi pada tanggal 28 Februari” seperti dikutip MINA dari News.com (3/3).

“Kami sangat menyesal bahwa Pasukan Bantuan Keamanan Internasional (ISAF) yang bertanggung jawab atas kematian yang tidak disengaja pada dua anak laki-laki Afghanistan selama operasi,” kata Hurley.

“Ini terlalu dini untuk membuat penentuan tentang bagaimana insiden itu terjadi atau siapa yang bertanggung jawab,” tambahnya.

Perdana Menteri Australia Julia Gillard, telah diberitahu tentang insiden tersebut pada hari Minggu, dia menolak berkomentar, “ia tidak akan menghiraukan komentar apapun untuk Hurley,” katanya.

Koalisi yang dipimpin oleh NATO dengan kontribusi hampir 1.100 tentara Australia telah meminta maaf atas kematian anak-anak tersebut, mereka mengatakan bahwa pasukannya telah menembaki apa yang mereka yakini adalah pasukan pemberontak.

Sebagian besar pasukan Australia berbasis di Uruzgan, dan berfokus pada pelatihan dan mentoring kepada tentara Afghanistan menjelang penarikan pasukan tempur NATO pada akhir tahun depan.(T/P015/R2).

Mi’raj News Agency (MINA)

Leave a Reply