KEMNLU IRAN: BARAT TIDAK BERHARAP SURIAH BEBAS DAN MERDEKA

Teheran, 19 Jumadil Ula 1434/30 Maret 2013 (MINA) – Juru Bicara Kementrian Luar Negeri Ramin Mehmanparast menegaskan sikap Republik Islam mengenai pentingnya mengakhiri krisis si Suriah dan mengatakan ketidakstabilan regional hanya akan menguntungkan kepentingan negara-negara Barat.

“Kami menganganggap perdamaian akan menguntungkan wilayah itu, dan Barat mencapai kepentingan mereka dengan tidak adanya ketidakstabilan di kawasan,” kata Mehmanparast dalam sebuah pertemuan dengan para pejabat dan akademisi dari Universitas Negara Minsk, Belarusia, Jum’at (29/3).

“Kenapa negara-negara Barat tidak berharap bangsa Suriah menentukan nasib mereka sendiri jika mereka mengaku sebagai advokat demokrasi sesungguhnya?” tanya Mehmanparast.

Amerika Serikat menyerang Irak dan Afghanistan dan menyebabkan ketidakamanan di wilayah tersebut dengan berbagai dalih, termasuk perang melawan terorisme, katanya.

Mehmanparast juga menyatakan, Negara-negara regional mempunyai kemampuan untuk menyelesaikan krisis di wilayah tersebut.  Iran sangat percaya, tidak ada alas an dan kebutuhan  sehingga pasukan militer Negara Barat hadir di kawasan tersebut.

Menurutnya, kehadiran pasukan militer asing di wilayah itu, justru menjadi sebab utama dari ketidakstabilan dan ketidakamanan kawasan.

Republik Islam mendukung rencana untuk mengakhiri konflik di Suriah, namun negara-negara Barat dan regional tertentu menentang dialog politik, dan secara eksplisit mengumumkan akan memasok persenjataan untuk mengintensifkan kekerasan, kata Mehmanparast, dikutip Islam Time.

Konflik di Suriah terjadi sejak Maret 2011 dan mengakibatkan lebih dari 70.000 orang tewas, serta 1 juta orang melarikan diri dan 2 juta menjadi pengungsi. (T/P013/R2).

Mi’raj News Agency (MINA)

 

Leave a Reply