KENYA TUNGGU HASIL AKHIR PEMILIHAN PRESIDEN

Nairobi, 23 Rabiul Akhir 1434/5 Maret 2013 (MINA) – Rakyat Kenya sedang menunggu hasil pemilihan presiden di negaranya, setelah jutaan orang memberikan suara mereka, Senin (4/3), demikian BBC Afrika melaporkan dan dipantau Mi’raj News Agency (MINA).

Dengan 25% dari laporan TPS, Wakil Perdana Menteri Uhuru Kenyatta memimpin sementara atas saingan utamanya, Perdana Menteri Raila Odinga.

Kepala komisi pemilihan menekankan bahwa angka itu bersifat sementara. Ia menghimbau  warga Kenya untuk menunggu dengan sabar  hasil akhirnya.

Pada tahun 2007, lebih dari 1.000 orang tewas dalam kekerasan pasca pemilu. Bentrokan pecah setelah Odinga mengklaim bahwa ia telah ditipu oleh pendukung Presiden Mwai Kibaki. Kekerasan juga telah menodai pemilihan kali ini, setidaknya 19 orang tewas.

Antrian panjang

Dengan 25,03%  laporan TPS, wakil perdana menteri (51 tahun) meraih 1,53 juta suara atau 55,09%, sedangkan perdana menteri (68 tahun) meraih 1,12 juta suara atau 40.33%, media lokal melaporkan.

Kandidat saingan terdekat berikutnya adalah Musailia Mudavadi dari Koalisi Perdamaian, yang tertinggal jauh di belakang dengan 80.970 suara atau 2,9%. Tak satu pun dari lima kandidat calon presiden lainnya mencapai lebih dari 1% suara.

Hasil akhir diperkirakan akan diumumkan hari Selasa. Namun Kenyatta terancam diadili di Pengadilan Kejahatan Internasional (ICC) pada Agustus atas tuduhan terlibat dalam kerusuhan 2007, ketika pendukung calon saingannya dari kelompok etnis yang berbeda, mengangkat senjata untuk melawan.

Odinga kemudian bergabung dengan pemerintah persatuan nasional di bawah kesepakatan damai. Sementara itu, Amerika Serikat dan sekutu Baratnya telah memperingatkan Kenya “konsekuensi” jika Kenyatta menang dalam pemilu itu.

Namun, pasangan Kenyatta, William Ruto, yang juga menghadapi tuduhan kejahatan kemanusiaan, bersikeras pada Senin bahwa mereka akan mampu melaksanakan tugas mereka jika terpilih dan akan bekerja sama dengan ICC untuk membersihkan nama baik mereka. Keduanya menyangkal melakukan kejahatan.

Antrian panjang dilaporkan tercipta di luar TPS di seluruh negeri hari Senin dalam memilih presiden dan anggota parlemen serta senator, gubernur daerah, anggota perempuan dari 47 majelis daerah, dan pemimpin sipil.

Kepala Independen Perbatasan dan Komisi Pemilihan Umum (IEBC) mengatakan jumlah pemilih sementara 14,3 juta orang lebih dari 70%, sedikit lebih tinggi dari pemilu 2007. Namun  jumlah itu belum seluruhnya, karena banyak TPS masih terbuka hingga larut malam.

Beberapa pengamat prihatin tentang kekerasan etnis dan politik yang meletus. Putaran kedua harus dilaksanakan pada 11 April jika salahsatu kandidat tidak memperoleh suara lebih dari 50%.

Serangan parang.

Di antara 19 orang yang tewas adalah empat polisi yang diserang dengan parang di kota pesisir Mombasa. Kelompok penyerang diduga anggota separatis Council, Partai Republik Mombasa (MRC) yang menuntut pemilu dibatalkan.

Juru bicara kelompok itu membantah bertanggung jawab, tetapi polisi Inspektur Jenderal David Kimaiyo mengatakan mereka merencanakan serangan.

Polisi juga menyalahkan MRC yang menginginkan pantai Kenya harus menjadi negara yang merdeka. Sudah tiga serangan mematikan terjadi di kota terdekat dari Kilifi.

Tembakan dan ledakan juga dilaporkan di kota Garissa, dekat perbatasan dengan Somalia. Orang-orang bersenjata menyerbu dua TPS setelah pemungutan suara berakhir, tetapi mereka dipaksa mundur oleh pasukan keamanan, Wakil Ketua Parlemen mengatakan kepada Associated Press. (T/P09/R2).

 

Mi’raj News Agency (MINA)

Leave a Reply