KEPALA DEWAN WAKAF ISLAM : ISU AL-AQSA HARUS MENJADI PRIORITAS UTAMA

Al-Quds (Yerusalem), 28 Rabiul Akhir 1434/10 Maret 2013 (MINA) – Kepala Dewan Wakaf Islam di Al-Quds (Yerusalem) Syeikh Abdel Azim Salhab, menyerukan kepada semua umat Islam untuk membela Al-Aqsa dengan menempatkan masalah Al-Aqsa sebagai prioritas utama dalam permasalahan umat Islam yang harus segera diselesaikan.

“Kita harus menempatkan isu Masjid Al-Aqsa sebagai prioritas utama umat Islam, mengingat situasi bahaya menghadapi masjid Al-Aqsa yang ditimbulkan oleh pasukan penjajah Israel”, kata Salhab seperti dikutip Palestinian Information Center (PIC) yang dipantau Mi’raj News Agency (MINA), Ahad (10/3).

Dalam siaran pers yang dikeluarkan Sabtu kemarin (9/3), Salhab mengecam serangan terhadap Masjid Al-Aqsa oleh pasukan penjajah Israel, “dengan tidak ada pembenaran”.

“Para pemuda Al-Quds menyatakan kecaman mereka terhadap tindakan menendang salinan Al-Qur’an oleh seorang perwira penjajah Israel di lingkungan Masjid al-Aqsa pada pekan lalu, serta usaha anggota parlemen penjajah Israel (Knesset) Moshe Feiglin yang memaksa masuk ke masjid Kubah Batu (Qubatu As-Shakhra) berada di lingkungan Masjid Al-Aqsa,” kecam Salhab.

Salhab juga mencatat, penjajah Israel telah mengubah masjid Al-Aqsa dan sekitarnya menjadi barak militer. “Hal itu bertentangan dengan kebebasan beribadah,” tegas Salhab.

Al-Aqsa tempat paling penting bagi umat Islam

Sementara itu, Yayasan Al-Aqsa untuk Wakaf dan Warisan mengatakan dalam sebuah pernyataan pers Sabtu (9/3), serbuan tentara penjajah Israel ke Masjid Al-Aqsa dan serangan brutal terhadap jama’ah masjid yang berada didalamnya usai menunaikan shalat Jum’at bertujuan untuk mengancam/mengintimidasi para jama’ah masjid dan upaya untuk mengurangi jumlah muslimin yang berada disana.

Yayasan Al-Aqsa menjelaskan, melalui serbuan dan serangan brutal tersebut, penjajah Israel sedang mencoba untuk menghancurkan semua kegiatan yang mendukung pembebasan Masjid Al-Aqsa serta mengubahnya menjadi medan perang untuk mengintimidasi siapa pun yang berpikir untuk melakukan kunjungan ke sana.

Yayasan Al-Aqsa menegaskan, berdasarkan penafsiran peristiwa yahudisasi yang meningkat di Masjid Al-Aqsa pada awal tahun ini, terutama pada pekan lalu,  praktek kejahatan penjajah Israel baru-baru ini tidak pernah spontan atau “reaksi prosedural”.

Yayasan Al-Aqsa menunjukkan, penjajah Israel mengikuti rencana yang sudah diprogram untuk menciptakan suasana yang sesuai untuk melakukan lebih banyak serangan lagi ke Masjid Al-Aqsa.

Yayasan Al-Aqsa juga menegaskan, langkah-langkah penindasan penjajah Israel tidak akan pernah mempengaruhi tekad rakyat Palestina untuk membela dan mendukung Al-Aqsa.

“Karena Masjid Al-Aqsa adalah salah satu tempat paling penting bagi umat Islam,” tegas Yayasan Al-Aqsa.

Masjid Al-Aqsa dan Al-Quds adalah satu kesatuan. Al-Quds meliputi seluruh tembok yang mengelilingi kompleks Masjid Al-Aqsa. Saat ini Al-Quds berada di bawah penjajahan Israel yang memulai penjajahannya atas Palestina sejak 1948 lalu.

Masjid Al-Aqsa merupakan tempat paling suci ketiga bagi umat muslim, hal ini berkaitan dengan peristiwa Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad Shalallahu ‘Alaihi Wa Salam, dimana Nabi Muhammad Shalallahu ‘Alaihi Wa Salam naik ke Sidaratul Muntaha melalui tempat itu.(T/P02/R2).

Mi’raj News Agency (MINA)

 

 

 

 

Leave a Reply