KERRY YAKIN SENJATA SAMPAI KE OPOSISI SURIAH

Doha, 24 Rabiul Akhir 1434/6 Maret 2013 (MINA) – Menteri Luar Negeri AS John Kerry menyatakan keyakinannya bahwa senjata semakin meningkat di tangan kelompok oposisi Suriah.

Berbicara pada konferensi pers bersama dengan Perdana Menteri Qatar Sheikh Hamad bin Jassim bin Jaber al-Thani di Istana al-Wajba, Doha, Kerry mengatakan pada Selasa (5/3) bahwa Qatar dan Amerika Serikat (AS) memperketat sanksi dan membantu oposisi Suriah membangun persatuan dan efektifitas mereka sehingga dapat mengubah perencanaan Assad.

Perjalanan Kerry ke Qatar merupakan rangkaian perjalanannya ke sembilan negara, dengan melewati Eropa dan Timur Tengah, perjalanan internasional pertama telah mulai sejak dinyatakan sebagai menteri luar negeri pada Januari lalu.

Dialog Resmi

Meskipun AS belum memberikan senjata kepada oposisi Suriah, pekan lalu Kerry mengumumkan AS akan memberikan  60 juta dolar senjata yang tidak berbahaya dan bantuan kepada oposisi Suriah, termasuk bantuan medis dan makanan.

“Untuk pertama kalinya kami memberikan bantuan yang diarahkan langsung ke dewan militer dan langsung ke oposisi Suriah,” kata Kerry.

Sheikh Hamad juga optimis tentang Suriah, masyarakat internasional mulai bekerja dengan cara yang lebih konstruktif, namun dia juga mengatakan, jika negara-negara lain bekerja dengan ketekunan yang lebih dibanding Suriah akan masalah ini di masa lalu, pemerintah Assad harus sekarang, katanya.

Dia memberikan sebutan untuk Assad dan pemerintahannya dengan menggambarkan Assad sebagai teroris yang membunuh rakyatnya, sebagaimana dilaporkan oleh Al jazera yang dipantau oleh Mi’raj News Agency (MINA). 

Qatar dan Arab Saudi telah berada di antara pendukung paling vokal memberikan senjata kepada oposisi Suriah. Kerry juga berbicara singkat tentang Korea Utara, dia mengatakan AS berharap pemimpin Korea Utara mengambil tindakan yang bertanggung jawab untuk perdamaian di kawasan itu.

“Dunia akan lebih baik  jika pemimpin Korea Kim Jong-un terlibat dalam dialog dan negosiasi yang sah untuk menyelesaikan kekhawatiran tentang program nuklir di negara itu, kata Kerry.

Sheikh Hamad menyinggung proses perdamaian Israel-Palestina dan mengungkapkan keprihatinannya akan perjanjian damai itu, kecuali ada kesepakatan menempatkan jadwal untuk mengakhiri perang, saya khawatir akan ada krisis yang nyata dan kita semua akan kehilangan harapan.(T/P08/R2).

Mi’raj News Agency (MINA)

 

Leave a Reply