KESENIAN ISLAM KEUNTUNGAN BAGI BELANDA

Amsterdam, 17 Jumadil Awal 1434/29 Maret 2013 (MINA) – Kesenian Islam bersaing dengan karya seni tingkat dunia di pameran terbesar di Eropa, Belanda yang merefleksikan minat benda yang memiliki umur berabad-abad lamanya itu.

“Kesenian Islam di Barat topik yang penting,” Sam Fogg, seorang pedagang di London yang mengkhususkan diri dalam seni Kristen dan Islam, mengatakan .

Fogg merupakan salah satu dealer yang menghadiri Festival Seni (TEFAF) di kota Maastricht Belanda mengatakan, dirinya akan menjual kesenian Kristen ke Teluk dan menjual kesenian Islam ke Midwest.

Pameran ini terbagi dalam 265 stand, dealer tuan rumah pameran dari 20 negara dengan masing-masing item mulai dari ratusan hingga jutaan Euro.

Semuanya fitur barang antik yang ada dalam pameran tersebut berasal dari Yunani-Romawi  dan yang menjadi favorit di pameran tersebut adalah lukisan Rembrandts dan penempatan patung-patung kontemporer.

Stand baru untuk kesenian Islam mematahkan hambatan yang dibangun oleh partai-partai sayap kanan anti-Islam, di Belanda.

“Ada banyak perhatian Islam di banyak negara, jadi saya tidak pikir itu relevan di Belanda daripada di Perancis, misalnya,” kata Corinne Kevorkian, co-manager dari Galerie Kevorkian kepada Onislam.net yang dipantau oleh MINA.

Menurutnya, banyak orang mendengar, tentang Islam dalam prespektif negatif sejak kejadian yang dikenal 11 september. Namun kesenian Islam yang menempati bagian utama dari pameran tersebut, berubah saat ini. “Semua menjadi baik atau hilang sama sekali. Pameran telah merubahnya,” kata Fogg.

Penduduk Muslim mencapai satu juta dari 16 juta penduduk di Belanda, kebanyakan mereka berasal dari Turki dan Maroko.

Berkembang

Pameran itu merupakan salah satu pendukung keberhasilan galeri kesenian Islam, di Museum Metropolitan Kesenian di New York, yang menarik 1 juta pengunjung dan galeri seni Islam Louvre. “Panitia sadar, setidaknya beberapa tahun, mungkin lebih benar-benar ada kekurangan dalam pameran ini, pameran ini mengahdirkan secara khusus kesenian Islam adalah sangat penting,” kata Kevorkian, co- manajer Galerie Kevorkian.

Meningkatnya kesenian Islam dikarenakan perkembangan pembeli, yang datang saat ini dari AS dan Eropa. “Para pembeli kesenian Islam, menurut pendapat saya, bukan datang dari Maastricht,” kata Fogg. Fogg mengatakan ada beberapa pembeli Timur Tengah dan mereka membeli untuk rumah mereka yang  berada di London atau New York.

Pada bulan September, Museum Louvre menemukan sebuah konsep baru yaitu dengan menampilkan kesenian Islam  dengan memamerkan 3.000 karya yang berharga, daria bad 7 sampai abad 19. Pada Oktober 2011, kekayaan berharga Islam yang unik dipamerkan di Museum Metropolitan New York yang mengumpulkan harta karun seni terbesar Islam di dunia.(T/P08/R2).

Mi’raj News Agency (MINA)

 

Leave a Reply