KETUA MUI: SEHARUSNYA UMAT ISLAM SATU PEMIMPIN

Jakarta, 28 Rabiul Akhir 1434/10 Maret 2013 (MINA) – Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat Ahmad Cholil Ridwan dalam acara bedah buku di Istora  Senayan Jakarta, Sabtu (9/3) mengatakan seharusnya umat Islam bisa dipimpin oleh satu pemimpin.

“Mestinya bisa, tapi sekarang belum. Kemauannya itu yang belum merata,” kata Cholil saat ditanya oleh wartawan MINA di Jakarta. “Tapi memang musuh-musuh Islam itu takut jika Islam itu bersatu.”

Menurut pria berusia hampir 66 tahun dan juga Ketua Umum Pondok Pesantren Husnayain ini, umat Islam belum memiliki pemimpin yang menjadi pemimpin dari para pemimpin seluruh organisasi Islam.

“Di situlah sulitnya, yang ada adalah pemimpin organisasi dan partai. Pemimpin Islam internasional belum ada. Tapi selama semuanya berpegang pada Al-Qur’an dan As-Sunnah, insya Allah bisa bersatu,” kata Cholil.

Ulama asli Jakarta ini menyebutkan bahwa umat Islam kalah langkah dengan kalangan Syi’ah. Syi’ah jelas siapa pemimpin nasionalnya dan siapa pemimpin internasionalnya.

Cholil juga mengatakan Islam di masa depan akan dipimpin oleh umat Islam di indonesia.

“Yang mengatakan peradaban ke depan akan dipimpin oleh Indonesia bukan kita, tapi para pakar yang berasal dari Barat. Timur Tengah sudah mulai kacau. Ini karena Indonesia adalah negara Islam terbesar di dunia dan paling demokratis,” kata Cholil.

Kiai yang aktif berorganisasi ini menilai benturan yang terjadi antar kelompok umat Islam secara tidak langsung direkayasa oleh kekuatan global.

“Tapi mereka tidak merasa. Seperti antara Syi’ah dengan Sunni di Irak, kalau sudah jadi pemain, tidak terasa kalau sedang diadu. Petinju di atas ring tidak merasa kalau sedang diadu,” tambah Cholil yang sudah beberapa kali menjadi nara sumber dalam beberapa acara di Islamic Book Fair 2013.(L/P09/R2).

Mi’raj News Agency (MINA).

Leave a Reply