KHALID MISY’AL : OBAMA TIDAK AKAN SENTUH PEMUKIMAN ISRAEL

Doha, 18 Jumadil Awal 1434/30 Maret 2013 (MINA) – Kunjungan Presiden AS, Barack Obama tidak akan berdampak pada kehidupan rakyat Palestina meskipun dalam kunjungannya tersebut Obama menyerukan penghentian pembangunan pemukiman.

“Obama adalah pemimpin karismatik dengan bakat yang membedakan dia dari presiden Amerika lainnya, tetapi itu kemudian menjadi bias terhadap Israel,” kata Pimpinan Hamas, Khalid Misy’al dalam sebuah wawancara, Rabu (27/3).

“Selama kunjungannya ke Yerusalem pada awal masa jabatan kedua beberapa hari lalu, ia tampak condong ke sisi Israel. Dia ingin memperkuat hubungan dengan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu dengan mengorbankan pihak Palestina,” kata Misy’al.

“Dia tidak memiliki rencana (untuk menyelesaikan) konflik Arab-Israel,” tambah pimpinan Hamas yang diasingkan tersebut.

Meskipun dalam kunjungannya selama tiga hari tersebut Obama membicarakan tentang sebuah negara Palestina, tapi dukungannya untuk pembentukan Israel menunjukkan tidak adanya niat Obama dalam mengatasi konflik Palestina.

Hamas mempercayai, satu-satunya jalan untuk mencapai kemerdekaan Palestina hanya melalui perlawanan bersenjata. “Tapi kami akan mengambil langkah yang mungkin bisa kami gunakan selain berperang,” ungkap Misy’al.

Dalam proses rekonsiliasi dengan Fatah, Misy’al menyambut baik tawaran Qatar untuk menengahi kedua faksi terbesar di Palestina tersebut yang akan diadakan di Kairo.

“Insya Allah, saya dan Abu Mazin (Presiden Abbas) akan berhasil dalam mencapai persatuan nasional. Aku bisa melihat seberapa dekat itu (akan tercapai),” katanya.

Dia juga mengatakan KTT Arab di Qatar mungkin tidak dapat banyak membantu. Meskipun begitu, Hamas tetap mengapresiasi dukungan bagi para pemimpin Arab tersebut untuk Palestina. “Tapi hal ini tidak cukup untuk menghentikan permukiman dan Yahudisasi.

Dia menyerukan strategi baru untuk melindungi kota suci dan Masjid al-Aqsha.

Ketika ditanya apakah ia akan mempertimbangkan maju sebagai presiden Palestina, Misy’al menanggapi jika Hamas belum membuat keputusan akhir mengenai kepresidenan. Jika Hamas mengajukan saya untuk memimpin pemerintahan Palestina, itu hak Hamas. Tapi kita (jelas) tidak akan  memperebutkan kursi presiden”.

Misy’al juga mengatakan pergolakan yang terjadi di jazirah Arab merupakan sebuah perkembangan positif. Dia menegaskan setiap bangsa memiliki hak untuk menuntut kebebasan, reformasi, pembangunan dan hak memerangi korupsi. “Pergolakan Arab saat ini memberikan manfaat bagi Palestina,” katanya. (T/P01/R2).

Mi’raj News Agency (MINA)

Leave a Reply