KOMITE ANTI DISKRIMINASI ARAB-AMERIKA DESAK OBAMA BANTU PALESTINA

Washington, 16 Jumadil Awal 1434/28 Maret 2013 (MINA) – Komite Anti Diskriminasi Arab-Amerika (The American-Arab Anti-Discrimination Committee/ADC) mendesak Presiden Amerika Serikat Barack Obama untuk membantu perjuangan rakyat Palestina yang saat ini masih berada dibawah penjajahan Zionis Israel.

Hal itu diungkapkan presiden ADC, Warren David, dalam sebuah situs resminya, Selasa (26/3), berkaitan dengan kunjungan kenegaraan kepala negara itu ke tanah Palestina pada 21 Maret lalu yang diterima oleh presiden Palestina Mahmoud Abbas.

ADC sebelumnya mengeluarkan pernyataan memuji Obama yang melakukan kunjungan kenegaraannya ke Palestina dan menyerukan kepada Israel untuk mengakhiri penjajahannya di tanah Palestina.”Itu adalah bukti bahwa pemerintah Amerika Serikat mengakui keberadaan Palestina sebagai sebuah Negara,” kata David seperi dikutip kantor berita Palestina WAFA.

“Namun kami belum melihat adanya tindakan nyata untuk melaksanakan pernyataan Obama itu. Saya pikir Obama harus konsisten dengan pernyataannya. Ia harus menjadi bagian dari solusi dalam perjuangan rakyat Palestina agar terbebas dari penjajahan Israel, mendapatkan kemerdekaannya dan bisa bekerja sama dengan bangsa-bangsa lain di dunia,” tambahnya lagi.

Saat ini masyarakat internasional mengetahui bahwa pemerintah AS terus mendukung pendudukan ilegal Israel atas wilayah Palestina dengan menyumbangkan dana dan bantuan militer. Meskipun saat ini hubungan antara Obama dengan Perdana Menteri Israel Benyamin Netanyahu tidak lagi mesra.

Hal ini dibuktikan dengan adanya bantuan pemerintah Amerika Serikat yang mengirimkan dana sebesar $ 3 miliar (sekitar Rp. 26 triliun) kepada Israel pada Maret 2013 ini. Banyak kalangan merasa khawatir bahwa bantuan itu akan digunakan untuk melakukan pelanggaran kemanusiaan terhadap rakyat Palestina

Saat ini pemerintah Israel masih terus membangun dan memperluas pemukiman ilegalnya di Tepi Barat meskipun berbagai kalangan mengecam pembangunan tersebut karena melanggar hukum internasional. Aksi penghancuran rumah warga, penyitaan tanah, dan perlakuan kasar dari tahanan politik Palestina yang melakukan aksi mogok makan untuk memprotes ketidakjelasan nasib dan kondisi mereka selama berada di penjara.

“Meskipun kami tidak berharap banyak bahwa Israel akan mematuhi seruan ini, tapi ADC tetap berkomitmen untuk terus membantu perjuangan rakyat Palestina melalui upaya-upaya diplomatik dan bantuan yang nyata. ADC tetap mendesak Presiden Obama untuk mulai memimpin pelaksaan kebijakan luar negeri AS agar masyarakat internasional tahu bahwa Amerika mempunyai komitmen dengan pernyataan-pernyataannya, “ terang David. (T/P04/P02)

Mi’raj News Agency (MINA)

 

 

 

 

Leave a Reply