MUSLIM ROHINGYA TERDAMPAR DI ACEH

Jakarta, 20 Rabiul Akhir 1434/2 Maret 2013 (MINA) – Lebih dari 100 pengungsi Rohingya terdampar di sekitar 25 kilometer di pantai utara Provinsi Aceh, Lhokseumawe, Rabu lalu. Dan 63 orang kembali terdampar di Aceh Timur pada Jum’at.

“63 warga Rohingya kembali terdamapar di Aceh Timur, diantaranya 39 laki-laki dewasa,  10 wanita dan 14 anak-anak satu diantaranya balita.  Mereka ditangani oleh pihak PBB, IOM, UNHCR dan imigrasi,” demikian kata Arif Ramdhan, praktisi media di Aceh, Jum’at (1/03).

“Mereka melintasi Aceh, selat malaka sebagai lintasan internasional, tujuan mereka adalah mencari Negara ke 3, dan Australia tujuannya selama ini”, tambahnya.

Baru-baru ini, perahu lainnya ditemukan di pantai lepas Sri Lanka, dengan 33 pengungsi Rohingya yang dehidrasi dan 97 tewas, mereka terapung selama 25 hari tanpa air dan makanan. Militer Thailand telah merusak perahu mereka, dan membiarkannya berhari-hari di pantai lepas.

Pengungsi Rohingya tidak ingin kembali lagi ke Myanmar, mereka tidak ingin menjadi korban kekejaman militer Myanmar. 

MSF mendesak pemerintah dan pemimpin masyarakat Myanmar untuk memeastikan bahwa semua orang dari Rakhine dapat hidup tanpa rasa takut akan kekerasan, penyiksaan, pelecehan dan juga memastikan semua organisasi kemanusiaan dapat membantu mereka yang membutuhkan.

Pemerintah Myanmar menolak mengakui muslim Rohingya sebagai warga Negara dan minoritas dari sekitar 800.000 imigran “illegal” dari tetangga Bangladesh.

Muslim Rohingya merupakan warga minoritas yang mengalami penindasan, penelantaran dan penyiksaan di Myanmar selama bertahun-tahun sejak Negara tersebut mencapai kemerdekaan pada tahun 1948.  Lebih dari 100.000 muslim Rohingya telah mengungsi sejak kekerasan itu terjadi.(L/P013/R2).

MI’RAJ NEWS AGENCY (MINA)

 

Rate this article!

Leave a Reply