LEDAKAN BUNUH WARGA SIPIL DAN PEMUDA DI AFGHANISTAN

Kabul, Afghanistan, 27 Rabiul Akhir 1434/9 Maret 2013 (MINA) – Sedikitnya sembilan orang tewas dalam bom bunuh diri yang terjadi pada hari Sabtu kemarin di Kementerian Pertahanan di Kabul, Afghanistan, kata para pejabat setempat seperti dilansir oleh Al Jazeera(9/3).

Seorang polisi mengatakan bahwa korban tewas adalah warga sipil dan dua atau tiga diantaranya adalah pegawai kementrian termasuk terluka dalam ledakan tersebut.

Para pejabat mengatakan penyerang bom bunuh diri tersebut mengendarai sebuah sepeda dalam melakukan aksinya, dan bom meledak di dekat pintu masuk utama ke kementerian.

“Seorang penyerang bunuh diri telah meledakkan dirinya yang berjarak 30 meter dari gerbang kementerian pertahanan,” kata juru bicara kementerian Zahir Azimi.

Jalan di sekitar gedung kementerian yang terletak di dekat istana presiden untuk sementara ditutup selama tim darurat membersihkan daerah tersebut dari darah dan puing-puing yang berserakan. Sebuah tembok yang mengelilingi kementerian itu ikut hancur oleh pecahan peluru.

Taliban mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut, insiden itu terjadi menyusul Chuck Hagel menteri pertahanan AS yang baru, sedang berkunjung ke ibukota Afghanistan.

“Ini bukan serangan langsung untuk menargetkan dia (Hagel) tapi kami ingin mengirim pesan bahwa kita selalu mampu memukul Kabul bahkan ketika pejabat tertinggi pertahanan AS di sana,” kata Zabiullah Mujahid kepada kantor berita AFP melalui telepon.

Seorang juru bicara Pasukan Bantuan Keamanan Internasional di Afghanistan (ISAF) mengatakan Hagel aman. Di tempat lain di Afghanistan, setidaknya sembilan orang dan delapan dari warga sipil dan satu polisi, tewas dalam bom bunuh diri di kota Khost.

Khost

Serangan di ibukota provinsi bagian timur provinsi Khost terjadi hanya setelah beberapa saat ledakan di Kabul.

“Ada Afghanistan dan pasukan koalisi gabungan patroli di daerah ini. Tiba-tiba seorang pembom bunuh diri meledakkan dirinya dengan bom, delapan remaja dari sepuluh sampai usia 18 tahun-an, orang tua dan seorang polisi tewas seketika,” kata Sardar Mohammad Haya, Kepala Kepolisian Khost. Hagel tiba di Kabul pada hari Jumat dan untuk pertama kalinya ke luar negeri setelah dilantik menjadi Menhan AS pada bulan lalu.

Dia dijadwalkan bertemu komandan AS dan Hamid Karzai, presiden Afghanistan. Hagel mengatakan ia juga akan membuat penilaian sendiri tentang perang terpanjang Amerika Serikat karena memasuki peregangan akhir. Kunjungan itu dilakukan setelah Karzai telah mengambil langkah-langkah untuk membatasi kegiatan militer AS. “Saya perlu lebih memahami apa yang terjadi,” katanya. (T/P015/R2).

Mi’raj News Agency (MINA)

Leave a Reply