LPPOM MUI SOSIALISASIKAN MAKANAN HALAL DAN THAYYIB

       Bogor, 26 Rabiul Akhir 1434/8 Maret 2013 (MINA) – Lembaga Pengkajian Pangan Obat-obatan dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI) bekerja sama dengan Cimory menggelar acara Halal Food Goes to School di SDIT Ummul Quro Bogor pada Rabu (6/3) kemarin dengan diikuti sangat antusias lebih dari 128 orang siswa dan orang tua siswa sekolah tersebut, demikian seperti di lansir pada situs halalmui.com yang dipantau oleh Mi’raj News Agency (MINA).

       Nadia Lutfi Masduki, Bidang Sosialisasi dan Promosi Halal LPPOM MUI, memberikan informasi mengenai kewajiban dalam mengkonsumsi makanan halal dan thayyib, dan perintah itu tidak hanya untuk orang Islam, tapi seluruh umat manusia sebagaimana termaktub dalam ayat Al-Qur’an yang bermakna : “Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan, karena sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagimu.”

      “Oleh karena perintah tersebut, maka kita harus mengetahui makanan dan thayyib untuk kita konsumsi salah satunya melalui kegiatan Halal Food Goes to School ini,” tambahnya. 

         Dalam sambutannya, Gun-gun Gunawan, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan menyatakan bahwa tujuan dari kegiatan ini untuk lebih menambah pengetahuan siswa-siwi dalam memilih dan memilah makanan yang halal dan thayyib.

        “Selain itu diharapkan para siswa mengetahui makanan yang halal dan thayyib dengan memperhatikan ciri kehalalan pada suatu produk, mulai dari logo pada kemasan, bahan-bahan yang tertera dan warna pada makanan yang akan dikonsumsi,” tambahnya.

         Berkaitan dengan program Sosialiasi Halal LPPOM MUI, Arfi, Konsultan Internal dari Cimory mengatakan bahwa program edukasi halal kepada para siswa di sekolah dapat terus dikembangkan ke depannya seiring dengan program Cimory: Mow Cow Milk Project.

         Pada sosialisasi kali ini semakin ramai dengan diadakannya kegiatan Paradis V (Pasar Raya Di Sekolah), dimana para siswa dan orang tua menjajakan makanan khas Indonesia pada stand-stand yang telah disediakan, mulai dari pempek, kelepon, dan lainnya. Yang lebih unik lagi, nama stand dagangan harus berasal dari nama-nama lembaga pemerintah, seperti : Kedai Mahkamah Agung, Kedai DPR, Resto KPK dan lainnya yang dijaga oleh siswa-siswi dengan memakai pakaian tradisional. (T/P015/E1)

Mi’raj News Agency (MINA)

Leave a Reply