MAHASISWI MUSLIM RUSIA DIKELUARKAN KARENA JILBAB

Siberia, 15 Rabiul Awal 1434/26 Maret 2013 (MINA) – Sebuah stasiun TV lokal di kota Krasnoyarsk melaporkan, seorang mahasiswi Muslim semester enam tidak disebutkan namanya dari populasi Muslim Dagestan telah dikeluarkan dari Perguruan Tinggi Kedokteran karena mengenakan jilbab di Siberia, Rusia. Seperti dilansir Kantor Berita ABNA yang dipantau Mi’raj News Agency (MINA).

“Setelah laporan TV disiarkan, jaksa kabupaten Krasnoyarsk mengadakan pemeriksaan kebenaran kasus pengeluaran itu,” kata kejaksaan Rusia, Yelena Pimonenko.

Medical University Negri Krasnoyarsk menegaskan bahwa salah satu mahasiswanya telah dikeluarkan karena melanggar peraturan internal, namun ia menolak untuk menyebutkan aturan yang khusus di Universitas tersebut.

Menurut aturan Perguruan Tinggi yang diterbitkan pada bulan Februari lalu dan dipublikasikan di websitenya, Mahasiswa dilarang masuk ke universitas dengan mengenakan pakaian dari agama mereka serta jilbab, kecuali untuk tim medis, memakai pakaian pantai dan pakaian luar.

Perdebatan sengit, mengenakan jilbab di sekolah-sekolah Rusia juga terjadi pada bulan Oktober 2012 di wilayah selatan Stavropol, di mana sekolah melarang perempuan Muslim mengenakan jilbab.

Pemerintah di wilayah ini memberlakukan larangan pada jilbab di Perguruan Tinggi. Pekan lalu, sebuah pengadilan Stavropol memutuskan terhadap pelarangan, yang telah diajukan oleh empat warga daerah.

Diperkirakan, tujuh persen warga Rusia adalah penganut Islam, dan negara wilayah Kaukasus Utara mayoritas Muslim.(T/P014/R2).

Mi’raj News Agency (MINA)

 

Leave a Reply