MEIKTILA SEPERTI DAERAH PERANG PASCA KERUSUHAN

Meiktila, 15 Jumadil Awal 1434/26 March 2013 (MINA) – Situasi di sepanjang jalan sekitar Meiktila berangsur-angsur mulai membaik pasca terjadinya kerusuhan yang memaksa pemerintah Myanmar mengumumkan kondisi darurat nasional di kawasan tersebut pada 22 Maret lalu.

Meski begitu, kondisi di Meiktila saat ini banyak mengalami kehancuran dan ditinggalkan oleh para penduduknya setelah kerusuhan terjadi, lapor sumber Mizzima yang dikutip Mi’raj News Agency (MINA).

Thiha, salah satu anggota dari kelompok relawan pelajar yang melakukan perjalanan ke Meiktila untuk membantu menenangkan situasi mengatakan, “Pasukan telah dikerahkan di seluruh kota. Sejak Sabtu pagi situasi telah kembali normal. Namun, kondisi kota Meiktila tampak seperti wilayah pasca perang”.

Dia memperkirakan bahwa sekitar 6.000 Muslim sedang berlindung di stadion sepak bola setempat, dan yang lainnya sekitar 1.500 atau 2.000 orang berada di biara-biara sekitar Meiktila.

Meski begitu masih ada sekitar 1.000 hingga 1.800 warga yang tempat tinggalnya dibakar pada kerusuhan tersebut masih belum mendapat tempat penginapan yang layak dan terpaksa tidur di lahan terbuka.

Thiri, salah satu pengungsi korban kerusuhan mengatakan semua rumah di lingkungan rumahnya telah rata dengan tanah. Dia mengatakan beberapa anggota kepolisian setempat memang telah mengunjungi korban kerusuhan tersebut namun tidak memberi bantuan kepada korban.

Warga di Meiktila mengatakan mereka yang kehilangan rumah mereka sekarang harus bergantung pada bantuan makanan dan air dari organisasi-organisasi kemanusiaan. Beberapa klinik dilaporkan juga dibakar, sehingga saat ini mereka juga mengalami krisis medis berupa tidak adanya stok obat.

Dr San Hlaing, seorang warga yang selamat di Meiktila mengatakan, “Seluruh kota hancur, tetapi pihak berwenang sejauh ini tidak melakukan apa-apa. Saat ini yang paling kita butuhkan adalah toilet bersih”. (T/P01/R2).

Mi’raj News Agency (MINA)

Leave a Reply