MEMPERBAIKI DIRI

 Oleh : Wahyu Y*

Pernahkah kita mengenal aib diri sendiri ? Ataukah kita terlalu sibuk untuk mengejar dan menggunjingkan aib orang lain ?

Padahal Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman :

ٱلَّذِينَ يَجْتَنِبُونَ كَبَٰٓئِرَ ٱلْإِثْمِ وَٱلْفَوَٰحِشَ إِلَّا ٱللَّمَمَ  إِنَّ رَبَّكَ وَٰسِعُ ٱلْمَغْفِرَةِ  هُوَ أَعْلَمُ بِكُمْ إِذْ أَنشَأَكُم مِّنَ ٱلْأَرْضِ وَإِذْ أَنتُمْ أَجِنَّةٌ فِى بُطُونِ أُمَّهَٰتِكُمْ  فَلَا تُزَكُّوٓا  أَنفُسَكُمْ  هُوَ أَعْلَمُ بِمَنِ ٱتَّقَىٰٓ   (النجم : 32)

Artinya : “(Yaitu) orang-orang yang menjauhi dosa-dosa besar dan perbuatan keji yang selain dari kesalahan-kesalahan kecil. Sesungguhnya Tuhanmu Maha Luas ampunanNya. Dan Dia lebih mengetahui (tentang keadaan)mu ketika Dia menjadikan kamu dari tanah dan ketika kamu masih janin dalam perut ibumu; maka janganlah kamu mengatakan dirimu suci. Dialah yang paling mengetahui tentang orang yang bertakwa. “ (An-Najm [53] : 32).

Terkadang kita beranggapan bahwa kita telah memiliki akhlak yang mulia dan menganggap dirinya lebih baik dari orang lain. Pertanyaannya adalah, pantaskah kita beranggapan seperti itu ?

Kita tidak akan mampu meningkatkan kualitas diri kita apabila kita belum mengenal aib diri kita sendiri.

Cara mengenal aib diri sendiri

Manusia bukan makhluk yang sempurna. Kesempurnaan hanya milik Allah Azza wa Jalla. Manusia adalah makhluk yang diliputi beragam kekurangan, baik kekurangan ilmu maupun amal. Kelemahan pada dua hal inilah yang menyebabkan  manusia tergelincir dari jalan yang lurus.

Namun bukan berarti orang yang baik adalah orang yang tidak pernah melakukan kesalahan, karena Rasulullah SAW sendiri pernah bersabda :

كُلُّ ابْنِ آدَمَ خَطَّاءٌ وَخَيْرُ الْخَطَّائِيْنَ التَّوَّابُونَ

“Setiap anak Adam melakukan kesalahan. Dan sebaik-baik yang melakukan kesalahan adalah yang bertaubat” (HR Thirmidzi dan Ibnu Majah).

Jadi, dosa dan kesalahan adalah sebuah kepastian yang terjadi pada manusia. Tetapi yang tercela adalah ketika manusia tidak memperbaiki kesalahan tersebut. Kita harus ingat apa hikmah dibalik penciptaan manusia. Manusia diciptakan untuk beribadah dan menyembah Allah Azza wa Jalla.

Salah satu bentuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas diri adalah melaksanakan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya.

Hendaknya setiap manusia menyadari kekurangan dirinya dihadapan syari’at dengan cara menelaah ayat-ayat Al-Quran dan Hadits-hadist Nabi SAW. Dengan adanya kesadaran ini, manusia akan mengetahui seberapa besar aib dirinya dihadapan syari’at yang akan mendorong pada peningkatan kualitas dirinya.

Ada beberapa cara mengenal aib diri : pertama, menghadap seorang guru atau Syaikh yang memahami aib-aib jiwa. Orang-orang alim akan memberi tahu aib-aib kita dan terapi pengobatannya. Kedua, mencari teman yang jujur dan bagus agamanya. Teman yang seperti ini akan menjadi pengawas dan mengingatkan kita apabila kita berbuat salah.

Ketiga, menggali kekurangan diri dari orang yang membenci kita. Apabila seseorang membenci orang lain maka pasti orang tersebut akan mengetahui kekurangan dan aib orang yang dibencinya. Keempat, berbaur dengan orang-orang yang baik sehingga apa yang dianggap tercela oleh mereka maka kita akan menjauhinya.

Menuju Kesucian Diri

Meskipun kita harus memperhatikan aib diri sendiri, bukan berarti kita tidak beramar ma’ruf nahi munkar terhadap orang lain. Kita harus tetap mengingatkan orang lain semampu kita apabila kita melihat mereka berbuat salah.

Beberapa cara untuk ‘menambal’ aib diri sendiri :

1. Tobat. Kita menyesali apa yang telah kita perbuat dan kita  berazzam untuk tidak mengulangi kesalahan tersebut serta menggantinya dengan amal-amal sholih.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا تُوبُوا إِلَى اللَّهِ تَوْبَةً نَّصُوحًا عَسَى رَبُّكُمْ أَن يُكَفِّرَ عَنكُمْ سَيِّئَاتِكُمْ وَيُدْخِلَكُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِن تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ يَوْمَ لَا يُخْزِي اللَّهُ النَّبِيَّ وَالَّذِينَ آمَنُوا مَعَهُ نُورُهُمْ يَسْعَى بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَبِأَيْمَانِهِمْ يَقُولُونَ رَبَّنَا أَتْمِمْ لَنَا نُورَنَا وَاغْفِرْ لَنَا إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ (التحريم : 8)

Artinya : Hai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubat yang semurni-murninya, mudah-mudahan Tuhan kamu akan menghapus kesalahan-kesalahanmu dan memasukkan kamu ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, pada hari ketika Allah tidak menghinakan Nabi dan orang-orang yang beriman bersama dengan dia; sedang cahaya mereka memancar di hadapan dan di sebelah kanan mereka, sambil mereka mengatakan: “Ya Tuhan kami, sempurnakanlah bagi kami cahaya kami dan ampunilah kami; sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu”. (At Tahrim [66] : 8).

2. Muraqabah. Menanamkan dalam diri kita bahwa kita selalu diawasi oleh Allah Azza wa Jalla.

3. Muhasabah. Kita mengintropeksi dan menghitung-hitung amalan diri kita.

4. Mujahadah. Mengekang hawa nafsu yang selalu mengajak kepada kejelekan.

وَالَّذِينَ جَاهَدُوا فِينَا لَنَهْدِيَنَّهُمْ سُبُلَنَا وَإِنَّ اللَّهَ لَمَعَ الْمُحْسِنِينَ (العنكبوت : 69)

Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhaan) Kami, benar- benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik”. (Al Ankabut [29] : 69).

Selain upaya tersebut, hendaknya kita selalu berdo’a dan memohon kepada Allah SWT agar memudahkan kita dalam menjalankan perintah-Nya dan dalam menjauhi larangan-Nya serta agar Allah SWT memperbaiki kondisi kita dan menambal aib kita. Wallahu a’lam bisshowab.(P011/R2).

*Wartawan Mi’raj News Agency (MINA)

Mi’raj News Agency (MINA)

 

 

 

 

 

Rate this article!

MEMPERBAIKI DIRI,0 / 5 ( 0votes )

Leave a Reply