MENDAGRI MESIR SIAGAKAN SINAI

Sinai, 28 Rabiul Akhir 1434/10  Maret 2013 (MINA) –  Kementerian Dalam Negeri Mesir meningkatkan keadaan darurat di utara dan selatan Sinai, kata Asisten Mendagri di Sinai Jenderal Osama Ismail pada Sabtu (9/3).

Ismail mengatakan pasukan keamanan disiagakan di Semenanjung Sinai yang berbatasan dengan Israel setelah mendapatkan laporan kelompok-kelompok Jihadis akan menyerang institusi kepolisian, menurut laporan Ahram yang dipantau Mi’raj News Agency (MINA).

Sampai berita ini diturunkan, MINA belum mendapat keterangan pasti tentang siapa kelompok Jihadis yang dimaksud media Mesir Ahram.

Para pejabat Barat percaya jihadis asing, mungkin dari Yaman dan Somalia, termasuk di antara ratusan ekstremis yang beroperasi dekat perbatasan Israel di Sinai Mesir gurun, menurut sumber diplomatik senior yang berbicara kepada Daily Beast pada awal Januari.

Ismail juga memastikan kementrian bekerja sama dengan pemimpin suku di Sinai untuk menjaga keamanan.

Pada September 2012, Presiden Muhamad Mursi melancarkan Operasi Sinai, kampanye militer untuk memerangi kelompok teroris dan mengembalikan keamanan serta stabilitas di semenanjung itu. Hal ini terjadi setelah 16 tentara Mesir tewas dalam serangan di perbatasan Mesir-Israel.

Ismail juga mengatakan semua layanan keamanan bekerja di utara dan selatan Sinai kecuali Pasukan Keamanan Pusat (CSF) di kamp utara kota Al-Arish yang sedang mengadakan aksi mogok.

Sekitar  60 Kantor polisi dan 10 kamp CSF sedang mogok nasional menyerukan pemecatan menteri dalam negeri dan memprotes apa yang mereka gambarkan sebagai “kementrian terlalu ikhwanul muslimin.”(T/P03/R2).

Mi’raj News Agency (MINA)

 

 

Rate this article!

Leave a Reply