MENDAPAT IZIN BANGUN MASJID, MUSLIM AUSTRALIA BAHAGIA

       Melbourne, 3 Jumadil Awal 1434/14 Maret 2013 (MINA) – Di tengah banyaknya kampanye protes terhadap masjid, Muslim Australia merasa gembira karena mendapatkan persetujuan untuk masjid baru mereka di kota Australia yang paling padat penduduknya di Melbourne.

       Rencana untuk membangun masjid baru di Melbourne telah disetujui oleh Dewan Komite Casey pada Selasa. Masjid itu rencananya akan dibangun di samping gereja dan akan dibangun dalam beberapa minggu ini.

       Namun demikian, Masjid yang direncanakan dibangun di jalan Green, Doveton, telah mengundang penolakan yang kuat dari warga.

       Warga telah mengumpulkan lebih dari 1900 tanda tangan dan 30 surat kepada dewan sebagai wujud protes terhadap Proyek Masjid senilai $ 2.500.000 dollar.

        Salah satu penentang pendirian masjid, Daniel Nalliah dari partai anti-Islam Rise Up Australia Party, mengatakan bahwa masjid akan menimbulkan polusi suara dan kemacetan lalu lintas, dan menuduh Muslim akan menebarkan “khotbah kebencian”.

       “Ini keluar dari karakter bertetangga,” kata Penasihat Rosalie Crestani, yang memilih menentang masjid,.

Mendapat dukungan

        Meskipun mendapat protes yang begitu keras, persetujuan dari komite perencanaan juga menunjukkan adanya dukungan untuk tempat ibadah.

        Penasihat Wayne Smith mengatakan ia yakin banyak orang menyukai masjid dan akan maju. Namun, dia tidak mengharapkan oposisi masjid untuk menerima keputusan untuk menyetujui tempat ibadah Muslim.

        “Masalah ini mungkin akan dibawa ke Pengadilan Sipil dan Administratif Victoria (VCAT) untuk resolusi.” Katanya.

         Menurut laporan OnIslam yang dikutip Mi’raj News Agency (MINA), Pembangunan masjid telah menghadapi berbmacam perlawanan publik di beberapa negara barat. Di Amerika Serikat, setidaknya 35 proyek masjid telah ditentang, mereka beralasan seputar masalah lalu lintas dan ketakutan akan terorisme.

         Bangunan masjid juga mendapat berbagai kendala di beberapa negara Eropa seperti Perancis, Italia dan Spanyol. Di Swiss, para pemilih Swiss mendukung referendum untuk melarang pembangunan menara masjid di negara itu.

        Agama Islam yang telah berada di Australia selama lebih dari 200 tahun, membentuk 1,7 persen populasi dari 20 juta penduduknya. Islam adalah agama terbesar kedua setelah Kristen.

         Sebuah jajak pendapat 2007 yang diambil oleh Issues Deliberation Australia (IDA) think tank-menemukan bahwa Australia pada dasarnya melihat Islam sebagai ancaman terhadap cara hidup Australia.

         Sebuah laporan pemerintah baru-baru ini mengungkapkan bahwa umat Islam menghadapi Islamfobia yang begitu mendalam yang belum pernah terjadi sebelumnya. (T/P05/E1)

Mi’raj News Agency (MINA)

Leave a Reply