MENDIKBUD MINTA PENDIDIKAN KARAKTER ANAK TIDAK DI AJARKAN

Jakarta, 17 Jumadil Awal 1434/28 Maret 2013 (MINA) – sebanyak sepuluh perwakilan organisasi guru menyampaikan aspirasinya kepada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan kemdikbud, Rabu (27/3).

Sementara itu mereka diterima oleh wakil Menteri pendidikan dan kebudayaan, Musliar Kasim yang ditemui di ruang rapat, pusat Informasi dan Humas Kemdikbud, laporan Kemdikbud yang dipantau Miraj News Agency (MINA).

Dalam dialog yang berlangsung selama 1,5 jam tersebut, perwakilan Mendikbud meminta agar pendidikan karakter tidak diajarkan yang hanya bersandar pada mata pelajaran lain, kata Musliar, tambahnya, “jika hal tersebut dilakukan akan menyebabkan tidak terlihat secara jelas nilai-nilai atau karakter yang diajarkan.”

Sementara itu, Kepala Badan Pengembangan SDM Pendidikan dan Penjaminan Mutu Pendidikan, Syawal Gultom, menjelaskan ketentuan itu sesuai filosofi pendidikan Indonesia yang diatur dalam UU Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, di mana pengajaran pendidikan karakter melekat pada semua mata pelajaran.

Syawal menambahkan, dalam rekonstruksi kurikulum 2013 mata pelajaran tunduk kepada kompetensi. Karena mata pelajaran itu hanya kendaraan untuk mencapai kompetensi. Jadi tidak boleh satu orang guru saja yang mengajarkan karakter. “Tidak ada satu mata pelajaran pun yang tidak berkontribusi dalam pembentukan sikap,” katanya.

Syawal mengakui pentingnya menyiapkan guru yang berkualitas dan pembenahan model pembelajaran. Oleh karena itu, rekonstruksi kurikulum merupakan pintu masuk bagi pembenahan pembelajaran. “Kurikulum 2013 ini entry point untuk memasuki sistem pembelajaran yang berkarakter. Jadi jangan mutar-mutar di dokumen kurikulum saja,” katanya.

Sebelum diterima Wamendikbud, yang didampingi Kepala Balitbang Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Khairil Anwar Notodiputro, Kepala Badan Pengembangan SDM Pendidikan dan Penjaminan Mutu Pendidikan (BPSDMP dan PMP) Kemdikbud, Syawal Gultom, dan Staf Ahli Mendikbud Bidang Organisasi dan Manajemen, Abdullah Alkaff, perwakilan ini telah melakukan orasi di depan kantor Kemdikbud.

Dan di akhir dialog, perwakilan organisasi guru menyampaikan tawaran kepada Kemdikbud untuk melakukan debat publik terhadap Kurikulum 2013, wakil menteri pendidikan dan kebudayaan, Musliar Kasim, “menerima baik atas tawaran tersebut, dan akan segera mengatur jadwalnya,” ujarnya.

Kurikulum 2013 Tidak Merugikan Guru

Wakil Menteri Pendidikan dan kebudayaan bidang pendidikan, Musliar Kasim, penerapan Kurikulum 2013 dijamin tidak akan merugikan guru, sebaliknya justru akan meringankan beban guru, ujar Kasim saat menerima perwakilan berbagai organisasi guru di kantor Kemdikbud, Senayan, Jakarta (27/3).

Pernyataan tersebut, disampaikan, Musliar Kasim menjawab pertanyaan salah seorang perwakilan guru yang menanyakan tentang nasib guru yang mata pelajarannya dihapus atau digabungkan dengan mata pelajaran lain. “Dengan Kurikulum 2013, beban guru menjadi ringan sebab guru tidak perlu lagi membuat silabus pelajaran”, ujar Musliar. Namun demikian, hal ini tidak mengurangi kreativitas guru, sebab guru diberikan ruang untuk mengembangkan kreativitasnya.

Tambahnya, Kurikulum 2013 merupakan kurikulum yang didambakan masyarakat karena membuat pembelajaran lebih menyenangkan. “Adanya pihak-pihak yang menghalangi niat baik Kemdikbud menerapkan Kurikulum 2013 disebabkan mereka belum paham”, kata Musliar yang merupakan salah satu mantan rektor Universitas Andalas itu.

Kurikulum 2013 merupakan model kurikulum yang sudah diterapkan di sekolah-sekolah yang bagus. Selama ini hanya orang-orang mampu yang bisa menikmati metode tersebut. Musliar menghimbau agar Kurikulum 2013 tidak perlu ditunda penerapannya, dikatakannya, “semua hal juga tidak ada yang sempurna. “Saya sudah tidak sabar menunggu diterapkannya Kurikulum 2013 pada Juli mendatang, jika belum sempurna, tugas kita bersama untuk menyempurnakaannya”, tegasnya. (T/P012/R2).

Mi’raj News Agency (MINA)

 

Leave a Reply