MENKES MESIR: PORT SAID KONFIRMASI TIGA SIPIL DAN DUA POLISI TEWAS

Foto: Ahram docPort Said, 23 Rabiul Akhir 1434/5 Maret 2013 (MINA) – Pada bentrokan satu hari yang berlangsung sampai Senin pagi (4/3) di Port Said, Menteri Kesehatan Mesir, Helmy Efni mengatakan lima korban meninggal akibat kericuhan tersebut termasuk tiga warga sipil, salah satunya seorang remaja berusia 16 tahun, dan dua polisi.

Menurut laporan Ahram yang dipantau Mi’raj News Agency (MINA), pada Senin pagi, wakil kementrian kesehatan Port Said mengatakan empat kematian telah dilaporkan.

Dua warga sipil meninggal karena patah tulang tengkoraknya, diantaranya Sayed Ali Sayed meninggal karena terkena benda logam berat akibat pukulan dari atas gedung  gubernur, dan Abdel Rahman Said Ali (22), setelah dipukul dengan batu bata lalu dia dilemparkan dari atas bangunan.

Dua korban lainnya, sebagaimana kementerian dalam negeri katakan, adalah wajib militer: Ibrahim Abdel Azim Mostafa dan Alaa Mohamed El-Shawadfi tewas akibat luka tembak di kepala dan leher oleh seorang penyerang tanpa diketahui yang secara membabi buta menembak di direktorat keamanan dekat Port Said.  Sesampainya informasi ini turun, korban kelima belum teridentifikasi.

Sumber pelayanan kesehatan Kairo mengatakan lebih dari 500 terluka dalam bentrokan tadi malam. 300 orang menderita lemas karena  gas air mata, luka tembak 43 (3 polisi dan 40 warga sipil) dan 20 lainnya luka-luka. Selain itu, empat dari korban cedera diangkut dari rumah sakit Port Said ke Kairo, sementara dua lainnya diangkut ke Pusat Bedah Mata di Mansoura untuk pengobatan.

Bentrokan pecah pada Minggu (3/3) sebagaimana polisi menembakkan gas air mata sepanjang hari kepada para demonstran yang menentang keputusan Kementerian Dalam Negeri untuk mentransfer 39 tahanan dari kota Terusan Suez ke sisi lain dari Delta Nil di penjara Wadi Natroun wilayah Beheira. Para tahanan dihukum untuk kasus tahap pertama serangan mematikan selama pertandingan sepak bola di stadion Port Said yang menewaskan lebih dari 70 penggemar klub Ahly pada Februari 2012.

Hal ini muncul menjelang sidang tahap kedua di mana Port Said mengharapkan akan dijadwalkan 9 Maret mendatang, di mana 52 terdakwa yang tersisa, sebagaimana diisukan akan terbebas dari 73 total terdakwa yang akan divonis.

Ribuan warga Port Said melakukan kampanye pemberontakan selama dua pekan terakhir untuk memprotes kebijakan marjinalisasi di tangan pemerintah pusat dan menuntut keadilan bagi lebih dari 40 orang yang tewas dalam bentrokan dengan polisi pada 26 Januari lalu  ketika mereka berdemonstrasi pada ulang tahun kedua Revolusi Mesir 25 Januari.

Sebagai fakta yang tidak biasa, beberapa media memberikan laporan yang bertentangan  tentang tentara dan polisi yang bertukar senjata pada hari tegang tersebut. Jubir resmi Angkatan Bersenjata Mesir Kolonel Ahmed Ali membantah laporan tersebut pada halaman facebooknya.(T/P03/R2).

Mi’raj News Agency (MINA)

Leave a Reply