MENTERI AGAMA JORDAN KUTUK KUNJUNGAN FEIGLIN KE AL AQSA

Amman, 24 Rabiul Akhir 1434/6 Maret 2013 (MINA) – Menteri Agama Jordania, Abdul Salam Abbadi, mengecam masuknya seorang anggota Knesset (parlemen) Israel, yang juga merupakan ketua partai Manhigut Yehudit , Moshe Feiglin, ke Masjid Al-Aqsa pada Senin (4/3) lalu.

Abbadi menyerukan kepada dunia Islam, Liga Arab, Organisasi Kerjasama Islam (OKI), PBB, UNESCO dan organisasi internasional lainnya untuk menghentikan provokasi Israel terhadap Islam dan semua pecinta perdamaian. Demikian dilaporkan alray.ps yang di terima Mi’raj News Agency (MINA).

Kecaman Abbadi tentang Feiglin itu menyusul setelah adanya insiden pada hari Ahad (3/3) di mana seorang tentara Israel menodai Quran dengan menendang dan menginjaknya dalam Masjid Al Aqsa.

Sementara itu, juru bicara kepolisian Israel Luba Samir mengatakan bahwa Moshe Feiglin telah mencapai halaman Masjid Al-Aqsa dan bersikeras memasuki masjid kubah batu (Qubatus Sakhra). Dia berkukjung kesana sebagai Anggota Knesset.

Namun, penjaga keamanan masjid Al-Aqsa beserta para pemuda dan mahasiswa mencegahnya masuk. Sempat terjadi ketegangan antara kedua belah pihak. Namun tidak ada laporan adanya korban.

Menurut catatan Yayasan Waqaf Al Aqsa, sejak awal tahun 2012,  penyerbuan ke Masjid Al Aqsa oleh kaum Yahudi mencapai 4.700 orang, ditambah kedatangan para turis yang berjumlah hampir 220.000 orang, serta 3.250 tentara Zionis.

“Hari-hari ini Masjid Al Aqsa dalam bahaya, karena makin meluasnya eskalasi serbuan, tindakan penistaan dan upaya kaum Yahudi, organisasi-organisasi Yahudi, tentara Zionis dan turis asing, untuk melakukan ritual Talmud di halaman masjid,” tulis pernyataan Yayasan Waqaf Al Aqsa.

Moshe Feiglin Zalman lahir pada 31 Juli 1962. Dia adalah seorang politikus Israel, Anggota Knesset, dan ketua partai Yehudit Manhigut (Kepemimpinan Yahudi) , sayap dari partai Likud pimpinan Benyamin Netanyahu. Feiglin memenangkan kursi di Knesset Israel untuk pertama kalinya dalam pemilu yang diselenggarakan 22 Januari 2013 lalu.

Feiglin adalah pendukung utama pencabutan kewarganegaraan minoritas Arab Israel, kecuali bagi mereka yang telah membuktikan kesetiaan mereka kepada Israel dan mendorong non-Yahudi untuk beremigrasi.

Pada Oktober 2012 lalu, Feiglin membuat provokasi kepada warga Yahudi untuk menyerang Masjidil Aqsa. Dalam sebuah pernyataannya, ia inigin sekali menghancurkan masjid itu dan segera menggantikannya dengan sinagog.

Pada tanggal 8 Agustus 1995, Feiglin menyerukan pemblokiran 80 akses jalan Palestina. Hal ini merupakan pelanggaran terhadap penjanjian Oslo sebelumnya yang menyatakan pembukaan akses jalan-jalan utama Palestina.  Akibat ulahnya itu, Feiglin dijatuhi hukuman enam bulan penjara pada tahun 1997 oleh Mahkamah Agung Israel.

Pada bulan November 1996, Moshe Feiglin mendirikan partai Yehudit Manhigut. Pada tahun 2000, ia bergabung dengan Partai Likud yang merupakan partai terbesar di Israel. Feiglin menyatakan bahwa ia akan menjadi calon ketua partai itu sebagai batu loncatan untuk perdana dari Negara Israel.(T/P04/R2).

Mi’raj News Agency (MINA)

Leave a Reply