MENTERI PERANCIS KUNJUNGI TURKI

Ankara, 14 Jumadil Awwal 1434/26 Maret 2013 (MINA) – Menteri Pertahanan Perancis Jean-Yves le Drian dijadwalkan mengunjungi Turki untuk melakukan pembicaraan dengan rekan Turki, Ismet Yilmaz pada 28 Maret, dengan fokus pada kerjasama pertahanan antara kedua negara serta krisis dua tahun Suriah.

Kedua menteri pertahanan diperkirakan akan membahas isu-isu kunci yang berkaitan dengan kerjasama pertahanan antara kedua sekutu NATO, khususnya isu tender dalam industri pertahanan. Kunjungan dua hari Le Drian akan berlangsung atas undangan Yilmaz, seperti yang dilansir Today’s dan dipantau oleh MINA.

Perusahaan Perancis telah menderita parah dalam hal tender industri pertahanan sebagai akibat dari perselisihan politik antara Ankara dan Paris selama 10 tahun terakhir atas pengakuan pembunuhan massal warga Armenia pada tahun 1915.

Ankara sebelumnya bersumpah untuk menjatuhkan sanksi terhadap Perancis atas kontroversial undang-undang yang dibatalkan Dewan Konstitusi Perancis yang akan membuatnya ilegal untuk menyangkal bahwa kematian etnis Armenia pada tahun 1915 di tangan Ottoman adalah genosida.

Situasi terkini di Suriah, Mali dan Afghanistan juga akan menjadi salah satu isu yang akan dibahas antara kedua negara.

Situasi berkelanjutan dalam konflik dua tahun di Suriah, Perancis adalah salah satu negara yang telah mulai membela mempersenjatai oposisi Suriah dan meminta pencabutan larangan pengiriman senjata oleh Uni Eropa.

Pekan lalu, Menteri Luar Negeri Prancis Laurent Fabius mengatakan Prancis dan Inggris meminta pertemuan Uni Eropa untuk mengakhiri embargo kemungkinan pada akhir bulan. Embargo saat ini berakhir pada bulan Mei.

Dalam pernyataan kepada media Prancis, Fabius mengklaim bahwa mengakhiri semacam embargo senjata akan berguna dalam mencegah konsolidasi lebih lanjut dari kelompok yang berafiliasi dengan al-Qaeda di antara jajaran oposisi Suriah bersenjata.

Perancis, yang baru-baru ini menarik pasukannya di bawah komando NATO di Afghanistan, yang mempertahankan operasi tanah dan udara yang diluncurkan di negara Afrika Barat Mali untuk menangani oposisi di negara ini. Pasukan PBB dan pasukan dari organisasi berbasis di Afrika juga mendukung Perancis dalam misi militer.(T/P011/R2).

Mi’raj News Agency (MINA)

Rate this article!

Leave a Reply