MENHAN AS TERIMA KUNJUNGAN EHUD BARAK

Washington, 24 Rabiul Akhir 1434H/6 Maret 2013 (Ahram/MINA) – Menteri Pertahanan AS Chuck Hagel menerima kunjungan rekannya dari Israel, Ehud Barak di Washington, Selasa (5/3) untuk membahas rencana kunjungan Presiden Barack Obama ke Israel serta membahas situasi Iran dan Suriah.

Hagel mengadakan pembicaraan setelah tuduhan kepada dirinya dari beberapa senator AS, bahwa ia dianggap terlalu kritis terhadap negara yahudi Israel.

Untuk pertemuan pertamanya dengan tamu luar negeri, Menteri Pertahanan  Hagel yang dilantik pekan lalu, memilih untuk bertemu dengan Barak dalam upaya untuk meyakinkan sekutu Amerika dan para pendukungnya di Washington atas sikapnya terhadap Israel.

Hagel menyambut Barak di tangga pintu masuk Pentagon pukul 10 pagi waktu setempat, Hagel menyambutnya dengan memberikan salam hangat.

Keduanya berpelukan kemudian berjalan ke dalam gedung untuk melakukan diskusi fokus pada program nuklir Iran, perang sipil Suriah dan rencana kunjungan Presiden Barack Obama ke Israel akhir bulan ini.

Para pejabat AS mengatakan, tidak ada konferensi pers setelah diskusi antara Hagel dan Barak, yang akan dilanjutkan dengan pembicaraan bersama perwira militer AS, Jenderal Martin Dempsey dan duta besar Israel untuk AS, Michael Oren.

Hagel adalah mantan senator dari Nebraska dan veteran perang Vietnam, dia dikritik keras oleh mantan rekan-rekan partai Republik selama proses pencalonannya. Para anggota parlemen menganggap dia memusuhi Israel dan pandangannya terhadap Iran terlalu naif.

Pertemuan dua pejabat itu terlaksana setelah Barak dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu melakukan pertemuan minggu ini dengan kelompok lobi pro-Israel, American Israel Public Affairs Committee (AIPAC).

Netanyahu mengatakan program nuklir Iran makin dekat melintasi garis merah. Ia menyampaikan ketidaksabarannya untuk menggagalkan ambisi nuklir Teheran.

Barak, berbicara pada konferensi AIPAC pada hari Ahad (3/3), memperingatkan bahwa Israel tidak akan mengizinkan pemimpin Iran untuk mengembangkan senjata nuklir.

Mengacu pada aksi militer yang mungkin bisa dilakukan, ia mengatakan bahwa semua opsi harus tetap di atas meja.

Obama dan Netanyahu memiliki hubungan yang merenggang, ditandai dengan ketidaksepakatan tentang bagaimana untuk melawan pengayaan uranium Iran. (T/P05/R1)

Mi’raj News Agency (MINA)

Rate this article!

Leave a Reply