MER-C KIRIM LAGI TIM PEMANTAU RSI KE GAZA

Jakarta, 3 Jumadil Ula 1434/16 Maret 2013 (MINA) – Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) memberangkatkan lagi tim pemantau (supervisi) ke Jalur Gaza, Palestina untuk memonitor pekerjaan pembangunan Rumah Sakit Indonesia (RSI).

“Tugas tim pemantau RSI untuk memonitor dan menentukan hal-hal penting seperti dalam memutuskan perubahan-perubahan kecil yang terjadi tanpa diduga dalam jalannya pembangunan RSI tahap dua ini,” kata Kepala Divisi Kontruksi MER-C, Ir. Faried Thalib saat dihubungi Mi’raj News Agency (MINA) di Jakarta.

Faried menyatakan, pemantauan pekerjaan pembangunan RSI di Gaza oleh tim khusus Divisi Kontruksi MER-C itu dilaksanakan rutin setiap empat bulan sekali. “Terakhir Tim Pemantau RSI diberangkatkan pada akhir Oktober 2012 lalu,” kata Faried.

Tim pemantau yang akan diberangkatkan kali ini terdiri dari 7 orang relawan, 3 diantaranya adalah insinyur yang dipimpin oleh Faried Thalib, Wahyuni Faried, Farida Faried, Idrus Muhammad Alatas, Ahmad Syauqi, Zulkifli dan Munarman.

 “Tim Pemantau RSI dikhususkan untuk memantau kontruksi fisik RSI. Sementara itu,  keberangkatan Zulkifli dan Munarman untuk melihat kondisi terkini Gaza, melihat secara langsung kontruksi RSI serta bertemu dengan tokoh-tokoh di sana,” kata Faried.  

Tim pemantau RSI berangkat pada Jum’at sore (15/3) pukul 17.00 WIB dengan maskapai penerbangan Singapore Airlines dan dijadwalkan akan tiba di Kairo, Mesir hari ini Sabtu (16/3) pukul 9.30 waktu setempat atau pukul 14.30 WIB. Dari bandara Kairo, tim akan langsung menuju perbatasan Rafah untuk mencoba langsung masuk ke Gaza berbekal surat izin yang sudah didapat.

“Dari Kairo tim akan melangsungkan perjalanan menuju perbatasan Rafah dan bertemu dengan tim penjemput. Insya Allah, Sabtu Sore sudah masuk di Jalur Gaza-Palestina,” jelas Faried.

Sementara itu, Presidium MER-C, dr. Joserizal Jurnalis, SpOT mengatakan, keberangkatan Tim pemantau RSI ke Gaza merupakan bentuk jihad professional. “Ini adalah bentuk jihad para profesional,” ungkap Joserizal yang turut mengantar keberangkatan Tim di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Jum’at sore (15/3) dalam rilis web resmi MER-C yang dipantau Mi’raj News Agency (MINA).

“Jihad para professional yang terpenting adalah pengorbanan waktu dan pengamalan ilmu-teknologi untuk perjuangan,” tambahnya.

Sebelumnya, MER-C memberangkatkan  seorang relawan Ir. Edy Wahyudi untuk membantu mengawasi pekerjaan pembangunan tahap II RS Indonesia (RSI) berupa pekerjaan arsitektur dan ME (Mechanical Electrical) pada 16 Februari 2013 lalu. Ia berangkat beserta tiga utusan pesantren Al-Fatah (Ustad M.Sholeh Iskandar, Reza Addila Kurniawan dan Muqorrobin Al-Fikri), yang akan mengikuti program Tahfidzul Quran metode Tajul Waqar di Ma’had Tahfidzul Quranul Karim was Sunnah Gaza. 

Pembangunan RSI Gaza Tahap Dua Capai 65 Persen

Menurut Faried, pembangunan RSI tahap dua diperkirakan sudah mencapai 65%.

Sementara itu, menurut laporan dari salah satu relawan RSI di Jalur Gaza, para relawan kini sedang melakukan fase Kissaroh atau plester dinding bagian dalam, setelah sebelumnya telah menyelesaikan pekerjaan pemasangan blok dinding samping dan blok sekat dalam seluruh ruangan RSI yang terdiri dari dua lantai dan satu lantai basement serta satu lantai middle area. Rencana pekerjaan selanjutnya adalah pengerjaan ME rumah sakit.

“Mohon doa agar para relawan disini selalu dalam keadaan sehat, diberikan kesabaran dan keikhlasan serta selalu istiqamah dalam mengemban amanah di jalan Allah ini,” kata seorang relawan RSI-Gaza, Didi Karidi melalui pesan singkat kepada MINA.

Lokasi RSI seluas 1,6 hektar sangat dekat dengan perbatasan wilayah Palestina yang dijajah Israel, yaitu sekitar 2,5 km dari pagar perbatasan di kawasan Beit Lahiya, Gaza utara, Palestina.

Bahkan lokasi RSI itu sebelumnya adalah tempat latihan tempur para pejuang Gaza, sebelum akhirnya disetujui oleh Pemerintah Palestina di Gaza kepada  MER-C sebagai pihak yang memprakarsasi  pembangunannya atas dasar kemanusiaan.

Dalam proyek tersebut, bekerja 32 relawan Indonesia dari berbagai keahlian pekerjaan, mulai dari tukang batu, ahli listrik, ahli air, mahasiswa hingga insinyur sipil. Seluruh relawan berasal dari Pondok Pesantren Al-Fatah berpusat di Cileungsi, Bogor, Jawa Barat sebagai mitra dakwah dan ukhuwah MER-C. 

Rumah sakit itu menjadi bukti silaturahim jangka panjang antara rakyat Indonesia dan rakyat Palestina dimana seluruh dananya berasal dari masyarakat Indonesia.

Total donasi dari rakyat Indonesia untuk program pembangunan RS Indonesia di Gaza sudah mencapai Rp 31 milyar. Semua donasi berasal dari rakyat Indonesia yang sebagian besar kalangan menengah ke bawah, dari Sabang hingga Merauke.

Pembangunan RSI tahap konstruksi fisik kedua serta jaringan listrik akan memerlukan biaya total sebesar Rp 37 miliar.

Usai pembangunan fisik, masih akan dibutuhkan dana untuk fasilitas pendukung dan medis, dari mebel, tempat tidur hingga perangkat medis.  Kebutuhan dana itu, belum termasuk perangkat medis modern seperti MRI (magnetic resonance imaging) dimana dana yang diperlukan sekitar 30 miliar rupiah lagi.

“Pembangunan RSI-Gaza tahap kedua diharapkan akan selesai bulan Desember 2013 dan sudah mulai beroperasi pada tahun 2014,” tambah Faried.(L/P02/P06/R2).

Mi’raj News Agency (MINA)

 

 

 

 

Leave a Reply