MESIR TIDAK AKAN TERIMA DANA IMF

foto: AFPKairo, 1 Jumadil Awal 1434/13 Maret 2013 (MINA) – Mesir tidak akan menerima dana pinjaman dari Dana Moneter Internasional (IMF), kata menteri keuangan Mursi Sayed Hegazy pada konferensi pers Selasa (12/3).

IMF menawarkan pinjaman uang melalui fasilitas  Alat Pembiayaan Cepat (RFI) untuk membantu mengatasi keseimbangan krisis pembayaran Mesir yang memburuk sejak kejatuhan Mubarak.

Juru bicara kabinet Mesir Alaa Al-Hadidi kepada Reuters mengatakan setiap perjanjian pinjaman hanya akan disepakati dalam kerangka program ekonomi negara.

Di bawah Program RFI Mesir bisa mendapatkan hampir 700 juta Dollar AS dana darurat, sebagaimana dikutip Ahram. 

Menurut peraturan IMF, pinjaman darurat dibatasi 50 persen dari kuota negara per tahun dan 100 persen dari kuotanya secara total.  Kuota Mesir, yang ditentukan oleh posisi relatifnya dalam perekonomian dunia berjumlah sekitar 1,4 miliar Dollar AS per tahun.

RFI tidak memerlukan rencana ekonomi ideal tetapi pejabat IMF mengatakan meskipun Mesir dapat mengajukan pinjaman darurat jangka pendek, namun masih harus melakukan reformasi makroekonomi dan fiskal yang serius.

Pada akhir Februari, pemerintah Mesir meluncurkan program pemulihan ekonomi bertujuan memenuhi pinjaman IMF yang diusulkan sebesar 4,8 Miliar Dollar AS, termasuk pajak dan reformasi anggarannya.

Tim dari IMF diperkirakan akan mengunjungi Mesir pada beberapa hari ke depan untuk melanjutkan negosiasi atas pinjaman 4,8 miliar Dollar AS namun juru bicara kabinet mengumumkan Selasa belum ada waktu yang pasti untuk kunjungan tersebut.

Negosiasi atas pinjaman tersebut menuai kritik dari berbagai pihak, termasuk pihak Islam dan sayap kiri pemerintah.

Pengumuman reformasi ekonomi pada Desember 2012 berdampak pada ketidaksetujuan rakyat. Presiden Mursi terpaksa untuk membalikkan keputusan untuk meningkatkan pajak dan mengurangi subsidi pemerintah pada gas butan dan listrik.(T/P03/R2).

Mi’raj News Agency (MINA)

Rate this article!

Leave a Reply